Selasa, 10 Juni 2014

Renungan Harian Katolik Benih Sabda - 11 Juni 2014 MASUK KOTA… RUMAH


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:7-13)
     
"Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula."
    
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.

Sembuhkanlah orang-orang sakit, bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan! Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula!

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak, dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya; jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan Harian Katolik Benih Sabda - 11 Juni 2014

MASUK KOTA… RUMAH

Mat 10:11-13
“Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang
yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

Dalam menjalankan tugasnya di kota ataupun desa,
para utusan Sang Guru memerlukan tempat tinggal.
Menurut petunjuk Sang Guru,
mereka harus berhati-hati
dalam memilih rumah tinggal sementara.

Maka, setelah sampai, mereka perlu mencari tahu
siapa yang “layak” menerima utusan Sang Guru.

Yang “layak” bukan orang saleh ataupun tokoh agama,
melainkan orang yang dengan tulus menerima tamu.
Sebab yang terbuka terhadap tamu,
terbuka pula terhadap pribadi yang mengutus rasulnya.
Menerima rasul senilai menerima Sang Guru sendiri.
Dengan menerima rasul, pemilik rumah menjadi ‘layak’.

Lalu ditegaskan bahwa rasul harus tinggal
di rumah yang menerimanya
hingga hari keberangkatannya.
Mengapa hal ini sungguh diingat sehingga dicatat?
Mungkin karena pengalaman pahit rasul-rasul tertentu.

Rasul jangan mencari tempat yang nyaman
dan jangan pula memberi kesan ia tidak betah.
Sebagai utusan Tuhan, sendiri, ia harus hidup sederhana.

©SL 11 Juni 2014

0 komentar:

Posting Komentar