Rabu, 04 Juni 2014

Renungan Benih Sabda - 5 Juni 2014 BERSAMA-SAMA DENGAN AKU

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:20-26)
  
"Supaya mereka sempurna menjadi satu."
  
Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, “Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Benih Sabda - 5 Juni 2014

BERSAMA-SAMA DENGAN AKU

Yoh 17:24
“Ya Bapa, Aku ingin supaya mereka
yang telah Engkau serahkan kepada-Ku
ada bersama-sama dengan Aku di mana pun Aku berada,
agar mereka dapat melihat kemuliaan-Ku,
yaitu kemuliaan yang telah Engkau berikan kepada-Ku
karena Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.”

Sang Guru berbicara kepada Bapa-Nya
tentang para muridnya sebagai sebuah kesatuan.
Mereka diberi kepadanya oleh Bapa sebagai saudaranya.
Dengan menerima Sang Guru,
mereka telah menjadi anak Allah
dan bersatu dengan dia, maupun dengan Bapa.

Inilah ‘tanah air’ yang sejak semula disediakan Allah
bagi Adam. Tetapi, ia memilih yang lain,
sehingga tidak dapat menemukan tempat bagi dirinya.

Berada bersama-sama dengan Sang Guru,
berarti berada dekat, di sampingnya,
bahkan ikut serta dalam kemenangannya di salib;
berarti diikutkan pada ‘keluarga Allah’ sebagai anak-Nya.

Sebagai satu keluarga, para murid Sang Guru
dapat melihat kemuliaan-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa.
Kebahagiaan dan kehidupan manusia yang sebenarnya
ialah ‘melihat kemuliaan’ Allah yang mengubahnya
menjadi gambar-Nya sendiri.

©SL 5 Juni 2014

  

0 komentar:

Posting Komentar