Jumat, 06 Juni 2014

Renungan Katolik Benih Sabda - 7 Juni 2014 BANYAK HAL LAIN

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (21:20-25)
  
"Dialah murid, yang telah menuliskan semuanya ini, dan kesaksiannya itu benar."
    
Setelah Yesus yang bangkit berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku”’ Petrus berpaling dan melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus; dia inilah yang berkata, “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?”

Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?”

Jawab Yesus, “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau, ikutlah Aku.”

Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati.

Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan, “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”

Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, dan yang telah menuliskannya; dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan Benih Sabda - 7 Juni 2014  BANYAK HAL LAIN

Yoh 21:25
Masih banyak lagi hal-hal lain yang diperbuat oleh Yesus,
tetapi jika semuanya itu ditulis satu per satu,
kukira dunia ini tidak akan dapat memuat semua kitab
yang harus ditulis itu.

Inilah kata-kata terakhir yang dicatat dalam Injil Yohanes.
Penutup ini berisi sebuah kiasan yang dibesar-besarkan.
Memang benar, tidak mungkin menulis segalanya
tentang Sang Guru yang sekaligus Allah dan Manusia.

Tetapi, kiranya lebih tepat, kata-kata penulis Injil ini
dipahami secara spiritual: Sang Guru tak terpahami!
Kasih Allah tak terhingga yang dinyatakan Sang Guru
tak dapat dirumuskan dengan kata-kata manusiawi.

Maka, yang terpenting bukan tahu segala-galanya,
melainkan percaya kepada Sang Guru dan mengasihinya
untuk menetap dalam dirinya sebab dialah hidup kita.

Kekayaan yang mengalir dari Injil, tak habis ditimba.
Kekayaan itu perlu dipelajari hari demi hari,
dengan sikap penuh kerendahan hati dan kasih.

Yang membuka hartanya ialah Roh Kudus,
Roh Sang Guru sendiri.
Roh inilah menuntun manusia di jalan yang aman
untuk sampai ke ‘Rumah Bapa’
yang sekaligus rumah Anak-Nya
dan semua pengikut Anak-Nya yaitu Sang Guru.

©SL 7 Juni 2014

0 komentar:

Posting Komentar