Paus Fransiskus sebagai Person of The Year 2013 oleh majalah Time

Baru 9 bulan menjabat, Paus dipilih menjadi Tokoh Terpilih 2013

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Gabunglah di Twitter kami: https://twitter.com/Katolik_ku

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Kamis, 05 November 2015

Ber-Ekaristi dengan Baik dan Benar

Mari ber-Ekaristi dengan Baik dan Benar

----- Agar diperhatikan :

1. Masuk ke Gereja membuat tanda salib.
Jangan terburu-buru, tetapi hayatilah dan syukurilah bahwa karena rahmat Baptis anda bisa bergabung ke dalam persekutuan Gereja.
Jangan membiasakan memberi air suci pada orang lain dengan mengulurkan jari anda. Ketika anda dibaptis anda dipanggil dengan nama pribadi anda, berarti sangat personal, maka tanda salib jangan dibuat dengan asal-asalan

2. Perayaan Ekaristi/ Misa Kudus adalah rangkaian doa.
Maka tanda salib hanya dilakukan pada awal dan akhir misa kudus saja yaitu ketika imam memulai dan mengakhiri misa. Jangan buat tanda salib banyak-banyak. Tanda Salib di sini menunjuk pada tanda salib biasa dan bukan penandaan dahi, bibir, dan dada dengan salib yang tetap harus dilakukan saat bacaan Injil.

3. Ketika doa pembuka, sampaikanlah ujud pribadi anda dalam hati, singkat saja sambil mengaminkan doa yang dibawakan imam.
Tuhan sudah tahu masalah anda jadi tidak perlu bertele-tele.
Pada zaman dahulu, kesempatan ini diisi dengan doa spontan oleh umat yang hadir, yang akhirnya ditutup oleh imam. (Kesempatan lain yang bisa dilakukan untuk menyampaikan ujud pribadi adalah ketika doa umat, pada waktu yang disediakan).

4. Tanda salib yang dibuat sebaiknya tanda salib besar, yaitu dengan menyentuh pusar (sebagai lambang inkarnasi Kristus).
Tidak membuat tanda salib ketika imam memberi absolusi umum ("...semoga Allah mengasihani kita...dst.."), karena yang kita ikuti adalah Misa Kudus bukan Sakramen Tobat. Tidak salah membuat tanda salib dengan menyentuh dada ketika berkata "Putra".

5. Berlutut sebelum duduk, jangan asal-asalan, jangan hanya membungkuk, kecuali terpaksa.
Yang ada di depan anda adalah Kristus sebenar-benarnya dalam rupa Hosti di Tabernakel. Ingatlah sejenak juga akan inkarnasi Kristus. Hosti dalam Tabernakel, bisa diasosiasikan dengan Kristus dalam rahim Maria.

Tentang pakaian yang pantas untuk menghadap Pencipta anda sendiri yang ada secara fisik di hadapan anda, anda pasti bisa memilihnya bukan? Seberapa sopan anda berpakaian mencerminkan seberapa tinggi penghormatan anda akan Kristus dalam tabernakel.

6. Nyanyikanlah Tuhan Kasihanilah kami dan Kemuliaan dengan penuh hormat.
Harap diingat bahwa Kemuliaan adalah kidung malaikat di padang Efrata ketika kelahiran Kristus. Jadi, mohon dinyanyikan dengan penuh sukacita dan hormat.

7. Bacaan kitab suci yang dibacakan dari ambo (mimbar) adalah waktu Allah berbicara dan kita mendengarkan, yaitu menyimak dengan penuh perhatian.
Jika paroki anda menyediakan teks misa, anda lebih baik membaca kutipan bacaan sebelum misa dimulai. Tatap lektor/imamnya karena Allah sedang berbicara pada anda. Komunikasi yang baik dalam percakapan adalah saling menatap bukan? Pembacaan Injil - dan bukannya homili - adalah puncak Liturgi Sabda. Harap diingat, suara yang anda dengar adalah Suara Kristus sendiri karena imam bertindak IN PERSONA CHRISTI (mewakili Kristus sepenuh-penuhnya)

8. Mohon menyanyikan KUDUS dengan sepenuh hati, dengan keagungan, jangan asal-asalan.
Dikarenakan bahwa ketika menyanyikan/mengucapkan KUDUS kita bergabung dengan seluruh penghuni surga yang memuji Allah tak henti.

9. Ketika konsekrasi (Inilah Tubuh-Ku, Inilah Darah-Ku atau ketika Hosti diangkat dan Piala diangkat) anda boleh mengangkat kedua tangan yang terkatup seperti ritus ibadat di Pura Hindu, namun berlutut sudah merupakan ungkapan penyembahan.
Yang terpenting ketika konsekrasi adalah anda harus menatap-Nya. Harap diingat, Suara yang anda dengar (Inilah Tubuh-Ku, Inilah Darah-Ku, adalah Suara Kristus sendiri. Lagi, hal ini dikarenakan Imam bertindak IN PERSONA CHRISTI. Jadi? TATAPLAH Hosti dan Piala itu dengan penuh hormat, yakinkan pada diri anda kalau itu adalah Kristus sendiri, bukannya sibuk dengan permohonan dalam hati.

10. Ketika imam mengucapkan/menyanyikan : "Dengan perantaraan Kristus, bersama Dia, dan dalam Dia...dst..." Ikutilah dalam hati, TATAPLAH hosti dan piala yang diangkat.
Ketika "AMIN" dinyanyikan (dalam bahasa inggris disebut THE GREAT AMEN")
Mohon dinyanyikan dengan sepenuh hati, dengan suara terindah yang anda miliki. Dikarenakan bahwa The Great Amen ini adalah puncak Liturgi Ekaristi.

11. Jangan menadahkan tangan seperti imam, pada waktu berdoa atau menyanyikan Bapa Kami.
Dikarenakan imam sedang berdoa atas nama Gereja atau IN PERSONA ECCLESIA. Sikap yang benar adalah mengatupkan tangan, tanda berdoa. Hayatilah doa Bapa Kami. Sadarilah bahwa "rezeki" yang anda minta itu terutama adalah "Roti Hidup" dalam Ekaristi. (dalam bahasa aslinya (Aram), doa Bapa Kami menggunakan kata "roti" bukan rezeki. Pun, dalam bahasa latin digunakan kata "PANEM" yang berarti roti.)

12. Tidak mengucapkan doa  PRESIDENSIAL (yang boleh diucapkan oleh imam saja) doa: "..jangan perhitungkan dosa kami tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu"
Jika Imam mengucapkan "marilah kita mohon damai Tuhan" dsb sebelum doa ini, bukan berarti kita harus ikut mengucapkan doa ini. Ucapkan dalam hati saja kemudian diaminkan dengan iman.

13. Ketika menerima komuni, TATAPLAH terlebih dahulu hosti yang diangkat sebelum ditaruh di tangan anda. Amin harus diucapkan dengan penuh iman.

14. Tidak perlu ikut menghormat ketika imam menghormati Tabernakel dan altar (juga pada waktu awal misa).
Tidak masalah jika anda tetap melakukannya karena merupakan kebiasaaan yang saleh. Namun kalau anda menghadiri misa di luar negeri, jangan kaget kalau di negara tertentu praktik ini tidak dilakukan.

15. Mengambil air suci pada saat keluar Gereja tidak perlu dilakukan.
Mengambil air suci sebelum anda masuk gereja sebenarnya kurang lebih berfungsi seperti wudhu, yaitu untuk menyucikan (dan mengingatkan akan Baptis). Ketika anda selesai misa, Kristus yang Maha Suci sudah masuk dalam tubuh anda, tidak diperlukan lagi sarana penyucian lain. Namun demikian, tidak ada salahnya kalau dilakukan, asal jangan karena latah, namun harus disertai kesadaran iman, bahwa anda kini diutus untuk mewartakan karya salib Kristus lewat perkataan dan perbuatan.

Anda harus menjadi contoh bagi orang lain. Jangan takut untuk mensosialisasikan hal-hal di atas pada siapa saja yang menghadiri misa bersama anda.

Tambahan :
Sampaikan dengan sopan pada saudara dari persekutuan gerejawi lain (Protestan) agar mereka tidak ikut mengambil komuni, namun boleh menerima berkat seperti katekumen yaitu dengan menyilangkan tangan di depan dada, sehingga yang memberikan komuni tahu bahwa dia bukanlah seorang katolik. Walaupun mereka tergabung dalam semacam persekutuan dengan Gereja Katolik berkat Sakramen Baptis, namun komuni hanya diperuntukkan bagi mereka yang berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma (Paus sebagai penerus Petrus), dengan kata lain komuni hanya eksklusif untuk umat Katolik.

Tambahan bagi perempuan katolik :
Jangan merasa terhalang menerima komuni jika anda sedang mengalami datang bulan. Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan sesuatu yang manusiawi. Konsep terhalang karena datang bulan hanya ada di tetangga seberang.

Sumber : http://ekaristi.org/

Selasa, 03 November 2015

TETAPLAH MENJADI KATOLIK

💙💜  TETAPLAH MENJADI KATOLIK 💜💙

"Semel Catholicus semper Catholicus"
(Sekali Katolik selamanya tetap Katolik)

Engkau ingin meninggalkan Petrus hanya karena janji seorang Yudas ?
Pikirkanlah baik-baik, nak !

Para pendiri
Protestantisme ketika keluar dari Gereja Katolik, mereka mengatakan bahwa KARENA KATOLIK ITU SALAH, maka lahirlah PROTESTAN.

Protestan itu kemudian terpecah-pecah ke dalam denominasi seperti Agama Baptis, Mormons, Motodis, Pentekosta, Advent, dll...Ide dasarnya sama seperti mereka keluar dari Gereja Katolik yakni: KARENA PROTESTAN (setidak-tidaknya Denominasi induk mereka salah) maka mereka mendapatkan pewahyuan untuk mendirikan gereja baru.

Contoh paling nyata adalah Gereja Tiberias; Pendeta Pariajdi pernah menulis bahwa ia mendapatkan pewahyuan untuk mendirikan gereja baru karena semua gereja telah melenceng dari maksud Yesus.

Hai, orang-orang Katolik dengarkanlah aku;
Ketika mereka (Protestan) keluar dari Katolik mereka katakan bahwa Katolik salah, ketika sebuah denominasi muncul dengan pendetanya, ia mengatakan bahwa gereja induknya salah - ketika denominasi itu pecah lagi maka ide dasarnya sama bahwa induknya salah.....  DOSA BERANTAI.

Pertanyaannya; "SIAPA YANG BENAR DI ANTARA SEMUA YANG SALAH ITU ?
Ya, kalau salah maka tidak mungkin kita berbicara tentang kebenaran di sana. Satu-satunya jalan adalah memperbaiki yang salah dengan cara kembali kepada kebenaran yakni ke dalam pangkuan Gereja Katolik yang sejak awal mengajarkan iman kekristenan (ajaran-ajaran Yesus) kepada semua orang Kristen.

Gereja Katolik bagaikan seorang ibu yang telah mengandung dan melahirkan semua orang Kristen. Walaupun ia telah tua dan beruban serta berkeriput, tapi DIA TETAPLAH IBU KITA.

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Rinnong - Duc in Altum***

PERBEDAAN untuk Bersatu

🌿 Kita terlahir dengan segala PERBEDAAN yang kita miliki dengan TUJUAN untuk Bersatu :
💚saling menyayangi...
💚saling menolong...
💚saling membantu...
💚saling mengisi...
💚saling menghargai...

BUKAN untuk :
🔴 saling menuduh
🔴 saling menyalahkan
🔴 saling merusak
🔴 saling membenci                                  🔴 saling merendahkan                   
                                                                SEMUA Perbedaan dari kita adalah Keindahan yang terjadi agar kita RENDAH HATI untuk MENGHARGAI orang lain...

Tidak ada satupun Pekerjaan yang DAPAT kita kerjakan sendiri.

🌿 Mungkin Kelebihan kita adalah Kekurangan orang lain... Sebaliknya Kelebihan orang lain bisa jadi Kekurangan kita...!

🌿 Tidak ada yang lebih BODOH atau lebih PINTAR...
Bodoh atau Pintar itu relatif sesuai dengan bidang/talenta yang kita syukuri masing masing menuju Impian kita...

🌿 Bukan individualis yang sempurna.
Orang Pintar bisa gagal.
Orang Hebat bisa jatuh..., karena KESOMBONGANNYA!
Tetapi...

🌿 Orang yang Rendah Hati dalam segala Hal dan selalu berbuat baik kepada siapa saja, akan selalu mendapat KEBAHAGIAAN SEJATI..

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌Ĝöð Blҽŝs Yöű·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

Senin, 02 November 2015

New Year resolution from Pope Francis

Minggu, 01 November 2015

INDULGENSI UNTUK ARWAH MANA DASAR KITAB SUCINYA??? (RD Josep Susanto)

INDULGENSI UNTUK ARWAH

MANA DASAR KITAB SUCINYA???
(RD Josep Susanto)

Akhir-akhir ini sedang ramai di Media Sosial tentang Indulgensi Bagi Arwah Orang Beriman, yang diperpanjang oleh Paus Fransiskus menjadi 1-8 November 2015 dalam rangka Tahun Kerahiman Ilahi.

Seperti biasa beberapa sahabat menanyakan DASAR KITAB SUCI nya apa untuk mendoakan orang yang telah meninggal, bukti dalam Kitab Sucinya apa untuk Indulgensi tersebut.

Yuk kita bahasa satu-satu, supaya "pinter" kalau ditanya.

Dimulai dari, apa itu INDULGENSI.
Indulgensi berasal dari bahasa Latin artinya penghapusan suatu kesalahan (dosa).

Apa/siapa sumber INDULGENSI itu?
Tidak lain tidak bukan adalah Yesus (Allah sendiri) yang mempunyai kuasa mengampuni dosa.
Markus 2:10 "Supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia (Yesus) berkuasa mengampuni dosa."

Kok sekarang Paus atau Gereja yang menawarkan Indulgensi, memangnya Paus atau Gereja itu Allah?

Yesus Kristus memberikan kuasa mengampuni dosa kepada Para RasulNya (GerejaNya).
Lihat Yoh 20:23
"Jikalau kamu (para rasul) mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Kuasa Indulgensi ini dipelihara dan diteruskan oleh para rasul dalam Gereja sampai sekarang melalui "orang-orang tertahbis" yaitu Para Imam.

Para imam, dari Rahmat Tahbisannya dari Gereja, bertindak sebagai perpanjangan tangan / wakil Allah di dunia, memiliki kuasa untuk memberikan rahmat pengampunan kepada orang yang mau bertobat.

Lalu kok pengampunan dosa dikaitkan dengan orang yang meninggal, alasannya apa?

Pertama, Gereja adalah persekutuan umat beriman yang masih hidup di dunia DAN JUGA umat beriman yang masih di api penyucian dan yang sudah ada di surga.

(Ingat ngak sebelum kita menyanyikan lagu Kudus, imam berkata: "bersama seluruh laskar surgawi, dan semua orang kudus, kami mengunandangkan nyanyian kemuliaanMu dengan tak henti-hentinya bernyanyi". Di lagu Kharismatik juga ada: "bersama malaikat di surga, nyanyikan kidung pujian...").

Kedua, Kalau orang yang berdosa masih hidup, Gereja masih bisa mengingatkan, menegur dan menasehati mereka untuk bertobat. Mereka masih bisa datang sendiri untuk menerima Sakramen Pengakuan Dosa kepada Imam.

Nah, orang berdosa yang sudah meninggal yang masih di Api Penyucian bagaimana?

Sederhananya, api penyucian adalah suatu fase di mana orang yang meninggal membersihkan diri dari segala dosa selama di dunia (karena belum sempat atau pun belum sempurna bertobat selama di dunia), sebelum mengalami kesatuan dengan Allah, Sang Maha Kudus di dalam KerajaanNya yang abadi di surga.

Terus, apakah mereka membutuhkan bantuan kita yang masih hidup? Dasar Kitab Sucinya apa.

Di sini letak PERBEDAAN pemahaman dengan saudara2 kita Kristen lainnya. Karena mereka tidak mengakui kitab2 Deuterokanonika yang mana di dalamnya terdapat Kitab Makabe.

Bagi Gereja Katolik, Kitab2 Deutero ini adalah MASIH BAGIAN dari karya keselamatan Allah, menjadi TITIK SAMBUNG antara Sejarah orang Israel sebelum pembuangan, setelah pembuangan, masa kekuasaan Persia-Yunani abad 2 SM, sampai kekuasaan Romawi (jaman Yesus). Tentang mengapa Luther dan pengikutnya menolak kitab2 Deuterokanonika akan dibahas lain kali, supaya fokus.

Coba baca 2 Makabe 12:38-45.

39. Pada hari berikutnya waktu hal itu menjadi perlu pergilah anak buah Yudas Makabe untuk membawa pulang jenazah orang-orang yang gugur dengan maksud untuk bersama dengan kaum kerabat mereka mengebumikan jenazah-jenazah itu di pekuburan nenek moyang.

42. Merekapun lalu mohon dan minta, semoga dosa yang telah dilakukan itu dihapus semuanya.

43. Kemudian dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan KORBAN PENGHAPUS DOSA. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan.

44. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan BANGKIT, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati.

45. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.

Semangat dari kesalehan mendoakan arwah adalah IMAN AKAN KEBANGKITAN.

Doa-doa kita yang masih di dunia ini adalah bentuk solidaritas, dukungan, perhatian, kepada sanak saudara yang masih membutuhkan doa-doa kita.

Kita saja yang hidup masih membutuhkan doa dan dukungan dari sesama kita bukan? Apalagi mereka yang sudah meninggal....

Terima kasih Tuhan memberkati.

DOA IDULGENSI
​Mulai 1 Nopember  doakan anggota keluarga sudah wafat supaya mendapat indulgensi penuh. Harus berdoa mulai hari  (1 Nov) sampe tgl 8 Nov. (Kasih tau keluarga lain).. Jangan lowong.

Doanya:

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.

Bapa yang maharahim, percaya akan kasih-Mu yg tanpa batas, bersama seluruh Gereja-Mu, pada hari ini kami mohon dengan sangat lepaskanlah ... (nama2 yg didoakan) dari segala hukuman atas dosa-dosa mereka. Perkenankan mereka semua memasuki hidup abadi yg terang dan bahagia di Surga mulia, dan perkenankan mereka memandang kemuliaan cahaya wajah-Mu. Ini semua kami mohon di dalam Kristus Putra-Mu dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Aku percaya .... (1X)
Bapa Kami ... (1 X)

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amin 😇🙏🏻

Rabu, 29 Juli 2015

MODEL CANTIK ASAL SPANYOL MENJADI BIARAWATI




Pada puncak karirnya yang sedang berkembang, Olalla Oliveros, 36 tahun, seorang model cantik asal Spanyol, telah melepaskan segalanya untuk menjadi seorang biarawati.
Oliveros telah menjalani karir sebagai model iklan, TV, dan aktris, namun kini ia telah bergabung dengan Ordo Santo Mikhael, sebuah kongregasi semi-kontemplatif.
Tidak ingin mengumbar cerita yang mendetil, Oliveros hanya menyebutkan sebuah pengalaman "mengguncang" yang dialaminya saat sedang berziarah ke Fatima. Ia merasa pengalaman itu aneh, namun ia tak mampu menghapus bayangan di benaknya akan dirinya berjubah sebagai seorang biarawati.
Seiring waktu ia menyadari bahwa bayangan tersebut merupakan sebuah panggilan. "Tuhan tidak pernah salah. Dia bertanya apakah saya hendak mengikuti-Nya, dan saya pun tidak dapat menolak."
Sebelum Oliveros, beberapa selebriti diberitakan telah masuk biara. Salah satunya adalah Amada Rosa Perez, seorang model asal Kolombia.
"Menjadi seorang model berarti menjadi sebuah panutan, seseorang yang nilai-nilainya berharga untuk ditiru, dan saya sudah lelah menjadi model kepalsuan," tutur Perez kepada surat kabar El Tiempo. "Saya sudah lelah akan dunia kebohongan, sandiwara, kepalsuan, kemunafikan, dan tipu muslihat, sebuah masyarakat yang penuh nilai-nilai jahat yang mengusung kekerasan, perzinahan, narkoba, alkohol, perkelahian, dan sebuah dunia yang mengagungkan kekayaan, kesenangan, pelanggaran susila, dan penipuan."
***
Disarikan dari:
Pat Archbold. "Beautiful Model Gives Up Flourishing Career To Become Nun." National Catholic Register.
<http://www.ncregister.com/…/beautiful-model-gives-up-flouri…>
Anugrah Kumar. "Popular Spanish Model Olalla Oliveros Becomes Catholic Nun After 'Earthquake' Experience." The Christian Post.
<http://www.christianpost.com/…/popular-spanish-model-olall…/>
***
(Matius 13:44-46)
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
***

Sabtu, 25 April 2015

Inspirasi Kotbah Minggu 26 April 2015 (RD Josep Susanto)

Yesus Sang Gembala, Pola Relasi Dan Sumber KekuatanNya. 

Perhatikan kata MENYERAHKAN NYAWA" terulang sampai 3x:  di awal,  di tengah dan di akhir.

Berarti itu penting dan pasti ada 1 pesan tersembunyi kalau kita membacanya sambil ikut petunjuk dari pola tersebut. 

Mari kita bongkar. 

Kemunculan pertama di ay.  11 Yesus memperkenalkan diriNya sebagai GEMBALA YANG BAIK, yang memberikan nyawanya bagi domba2. 

Untuk memperjelas identitas diriNya, Yesus membedakan diriNya dari seorang upahan. 
1. Dia bukan upahan (PEMILIK DOMBA)
2. Dia tidak meninggalkan dombaNya ketika bahaya datang (SELALU HADIR BERSAMA DOMBA)
3. Dia menjaga jangan sampai domba tercerai berai (PEMERSATU) ay. 12
4. Yesus memperhatikan nasib domba-domba (PEDULI)  ay. 13 

Kemunculan kata "menyerahkan nyawa" yg kedua dan ketiga unik,  karena di situ figur BAPA selalu muncul menyertai.

Kemunculan kedua bicara soal POLA RELASI Gembala dan Domba ternyata mengikuti pola relasi YESUS dan BAPA.  Relasi itu tercipta dari MENGENAL PRIBADI dan jg MENGENAL SUARA (ajaran,  sabda,  Firman)  

Kemunculan ketiga bicara soal SUMBER KEKUATAN seorang gembala.  Lagi-lagi kekuatan relasi, cinta,  pengorbanan Gembala berasal dari BAPA.

Figur Bapa sangat penting di sini karena dlm PL (mazmur,  nabi2)  Allah adalah Gembala bagi Israel, kawanan dombaNya. Simbol Kegembalaan dlm PL digunakan untuk mengungkap PENYERTAAN/KEHADIRAN ALLAH DI TENGAH UMATNYA.  Tindakan Allah persis seperti 4 ciri yang diungkap Yesus di atas. 

Yesus menerima tugas dari Bapa sebagai Gembala ay. 18.
Artinya figur Yesus sebagai gembala MEMPERJELAS dan MELANJUTKAN peran penyertaan Allah kepada umatNya.