Paus Fransiskus sebagai Person of The Year 2013 oleh majalah Time

Baru 9 bulan menjabat, Paus dipilih menjadi Tokoh Terpilih 2013

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Gabunglah di Twitter kami: https://twitter.com/Katolik_ku

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Senin, 03 Februari 2014

TAHUKAH ANDA? BAGAIMANA SIH CARA MENGIRIM SURAT KE BAPA PAUS?

VATIKAN—Paus Fransiskus mendapatkan begitu banyak surat — sekitar 30 karung besar setiap minggunya — sehingga Vatikan telah mendirikan kantor khusus untuk menyeleksi dan membaca tumpukan surat yang masuk.






Msgr. Giuliano Gallorini dari sekretariat negara kota Vatikan bertanggung jawab atas Kantor Korespondensi Kepausan dan dibantu oleh satu orang biarawati dan dua orang wanita awam.

Karung-karung surat dibawa dari kantor surat Vatikan ke Terza Loggia di istana apostolik di mana para diplomat Vatikan bekerja. Di sana, tim korespondensi kepausan menyeleksi semuanya, memasukkan surat-surat ke kardus-kardus tanpa penutup yang sudah dilabeli "Bahasa Portugis", "Bahasa Spanyol", "Bahasa Perancis", dan bahasa-bahasa lainnya.

Kadang-kadang ada hadiah-hadiah seperti saputangan buatan sendiri, patung-patung kecil, gambar, tetapi Msgr. Gallorini berkata bahwa sebagian besar surat berupa permohonan doa dan dukungan.

"Mungkin saja ini yang terjadi di zaman kita, namun banyak orang yang berjuang dalam berbagai kesusahan, terutama penyakit. Mereka memohon doa untuk anak-anak, dan mereka menjabarkan situasi ekonomi yang sulit," ujar beliau.

Tim korespondensi membaca semua surat dari Italia dan mengirimkan surat-surat tersebut ke pihak-pihak yang dapat membantu. Sebagai contoh, permintaan bantuan ekonomi akan dikirim ke kantor Caritas paroki yang sesuai, kata monsignor.

Beliau berkata bahwa mereka berusaha melakukan apa yang diinginkan oleh Paus Fransiskus, yaitu mendengarkan orang-orang dengan hati dan pikiran mereka, berbagi dalam penderitaan mereka, dan mencoba menemukan kata-kata yang tepat dalam surat balasannya (mereka mengirimkan surat balasan kepada semua orang!).

Surat yang bagaimana yang mencapai meja Sri Paus sendiri?

Msgr. Gallorini menjawab, "Kasus-kasus yang lebih rumit" atau sensitif. Surat-surat semacam itu akan diteruskan ke para sekretaris Paus yang kemudian memastikan Sri Paus sendiri yang akan membacanya, dan memutuskan bagaimana menyelesaikannya.

Paus Fransiskus "selalu berkata bahwa seorang gembala harus hidup di tengah kawanannya, di tengah domba-dombanya, untuk merasakan dan menghidupi pengalaman mereka bersama mereka sendiri," ujar monsignor. Akan tetapi, karena tidak mungkin bagi Paus untuk membaca setiap surat yang diterimanya, Paus meminta tim korespondensinya untuk melakukan pendekatan dengan rasa solidaritas dan kasih yang sama yang akan dia lakukan sendiri.

Berminat mengirim surat ke Vatikan?? Berikut alamatnya:

POPE FRANCIS
Domus Sanctae Marthae
00120 Vatican City State

POPE EMERITUS BENEDICT XVI
Mater Ecclesiae Monastery
00120 Vatican City State

Catatan:
Kantor Korespondensi Kepausan TIDAK mempunyai alamat e-mail. Dulu setelah Paus Benediktus XVI dilantik, Vatikan sempat membuat enam alamat e-mail, namun kesemuanya langsung crash karena begitu banyak e-mail yang masuk. Maka tampaknya kita harus menggunakan cara tradisional 

***

Diterjemahkan dan diadaptasi dari:

Carol Glatz. "You definitely got mail! What's inside the papal postbox?" Catholic News Service
http://cnsblog.wordpress.com/2014/01/29/you-definitely-got-mail-whats-inside-the-papal-postbox/

***
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan sumber Facebook Page Gereja Katolik, "Tahukah Anda? — Bagaimana Sih Cara Mengirim Surat ke Bapa Paus?", tertanggal 1 Februari 2014.

***

—Servus Veritatis—



POJOK KATEKESE: APAKAH ARTI SURGA MENURUT GEREJA KATOLIK? APAKAH SUATU TEMPAT ATAU KEADAAN?

POJOK KATEKESE

APAKAH ARTI SURGA MENURUT GEREJA KATOLIK? APAKAH SUATU TEMPAT ATAU KEADAAN?

Katekismus Gereja Katolik menjelaskan tentang Surga sebagai berikut:

1. Keadaan melihat Allah dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

KGK 1023 Orang yang mati dalam rahmat dan persahabatan Allah dan disucikan sepenuhnya, akan hidup selama-lamanya bersama Kristus. Mereka serupa dengan Allah untuk selama-lamanya, karena mereka melihat Dia “dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” (1 Yoh 3:2) dari muka ke muka (Bdk. 1 Kor 13:12; Why 22:4).

“Kami mendefinisikan berkat wewenang apostolik, bahwa menurut penetapan Allah yang umum, jiwa-jiwa semua orang kudus… dan umat beriman yang lain, yang mati sesudah menerima Pembaptisan suci Kristus, kalau mereka memang tidak memerlukan suatu penyucian ketika mereka mati,… atau, kalaupun ada sesuatu yang harus disucikan atau akan disucikan, ketika mereka disucikan setelah mati,… sudah sebelum mereka mengenakan kembali tubuhnya dan sebelum pengadilan umum, sesudah Kenaikan Tuhan dan Penyelamat kita Yesus Kristus ke surga sudah berada dan akan berada di surga, dalam Kerajaan surga dan firdaus surgawi bersama Kristus, sudah bergabung pada persekutuan para malaikat yang kudus, dan sesudah penderitaan dan kematian Tuhan kita Yesus Kristus, jiwa-jiwa ini sudah melihat dan sungguh melihat hakikat ilahi dengan suatu pandangan langsung, dan bahkan dari muka ke muka, tanpa perantaraan makhluk apa pun” (Benediktus XII: DS 1000; bdk. LG 49).

2. Kehidupan yang sempurna bersama Tritunggal Mahakudus, persekutuan kehidupan dan cinta bersama Allah

KGK 1024 Kehidupan yang sempurna bersama Tritunggal Mahakudus ini, persekutuan kehidupan dan cinta bersama Allah, bersama Perawan Maria, bersama para malaikat dan orang kudus, dinamakan “surga”. Surga adalah tujuan terakhir dan pemenuhan kerinduan terdalam manusia, keadaan bahagia tertinggi dan definitif.

3. Hidup di dalam surga berarti “ada bersama Kristus”

KGK 1025 Hidup di dalam surga berarti “ada bersama Kristus” (Bdk. Yoh 14:3; Flp 1:23; 1 Tes 4:17). Kaum terpilih hidup “di dalam Dia”, mempertahankan, atau lebih baik dikatakan, menemukan identitasnya yang sebenarnya, namanya sendiri (Bdk. Why 2:17).

“Hidup berarti ada bersama Kristus; di mana ada Kristus, di sana dengan sendirinya ada kehidupan, di sana ada Kerajaan” (Ambrosius, Luc. 10,121).

4. Surga adalah persekutuan bahagia dari semua mereka yang bergabung sepenuhnya dengan Kristus

KGK 1026 Oleh kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus Kristus telah “membuka” surga bagi kita. Kehidupan orang bahagia berarti memiliki secara penuh buah penebusan oleh Kristus. Ia mengundang mereka, yang selalu percaya kepada-Nya dan tetap setia kepada kehendak-Nya, mengambil bagian dalam kemuliaan surgawi-Nya. Surga adalah persekutuan bahagia dari semua mereka yang bergabung sepenuhnya dengan Dia.

5. Surga yang merupakan misteri persekutuan berbahagia dengan Allah dan dengan semua mereka yang berada dalam Kristus, mengatasi setiap pengertian dan gambaran

KGK 1027 Misteri persekutuan berbahagia dengan Allah ini dan dengan semua mereka yang berada dalam Kristus, mengatasi setiap pengertian dan setiap gambaran. Kitab Suci berbicara kepada kita mengenai itu dalam gambar-gambar, seperti kehidupan, terang, perdamaian, perjamuan pernikahan meriah, anggur Kerajaan, rumah Bapa, Yerusalem surgawi, dan firdaus: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia: semuanya itu disediakan oleh Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Kor 2:9).

6. Surga adalah pandangan kepada Allah dalam kemuliaan surgawi yang membahagiakan

KGK 1028 Oleh karena Allah itu Maha agung, maka Ia hanya dapat dilihat, dalam keadaan-Nya yang sebenarnya, apabila Ia sendiri membiarkan manusia melihat misteri-Nya secara langsung dan menyanggupkannya untuk itu. Memandang Allah dalam kemuliaan surgawi-Nya secara demikian dinamakan Gereja “pandangan yang membahagiakan” [visio beatifica].

“Betapa mulianya, betapa gembiranya, kalau engkau diizinkan untuk melihat Allah, kalau engkau mendapat kehormatan, menikmati kegembiraan kebahagiaan dan terang abadi bersama Kristus, Tuhan dan Allahmu… bersama orang-orang benar dan sahabat Allah dalam Kerajaan surga, bergembira atas nikmat kebakaan yang dianugerahkan” (Siprianus, en. 58 10 1).

7. Surga adalah keadaan di mana para terpilih memerintah bersama Kristus sampai selama-lamanya.

KGK 1029 Mereka yang berbahagia di dalam kemuliaan surga tetap memerlukan kehendak Allah dengan gembira. Mereka melakukan itu juga dalam hubungan dengan manusia lain dan seluruh ciptaan, karena mereka memerintah bersama Kristus; bersama Dia mereka akan “memerintah sampai selama-lamanya” (Why 22:5, Bdk. Mat 25:21.23)

Sumber: Katolisitas.org

--Deo Gratias--
Photo: POJOK KATEKESE

APAKAH ARTI SURGA MENURUT GEREJA KATOLIK? APAKAH SUATU TEMPAT ATAU KEADAAN?

Katekismus Gereja Katolik menjelaskan tentang Surga sebagai berikut:

1. Keadaan melihat Allah dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

KGK 1023     Orang yang mati dalam rahmat dan persahabatan Allah dan disucikan sepenuhnya, akan hidup selama-lamanya bersama Kristus. Mereka serupa dengan Allah untuk selama-lamanya, karena mereka melihat Dia “dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” (1 Yoh 3:2) dari muka ke muka (Bdk. 1 Kor 13:12; Why 22:4).

“Kami mendefinisikan berkat wewenang apostolik, bahwa menurut penetapan Allah yang umum, jiwa-jiwa semua orang kudus… dan umat beriman yang lain, yang mati sesudah menerima Pembaptisan suci Kristus, kalau mereka memang tidak memerlukan suatu penyucian ketika mereka mati,… atau, kalaupun ada sesuatu yang harus disucikan atau akan disucikan, ketika mereka disucikan setelah mati,… sudah sebelum mereka mengenakan kembali tubuhnya dan sebelum pengadilan umum, sesudah Kenaikan Tuhan dan Penyelamat kita Yesus Kristus ke surga sudah berada dan akan berada di surga, dalam Kerajaan surga dan firdaus surgawi bersama Kristus, sudah bergabung pada persekutuan para malaikat yang kudus, dan sesudah penderitaan dan kematian Tuhan kita Yesus Kristus, jiwa-jiwa ini sudah melihat dan sungguh melihat hakikat ilahi dengan suatu pandangan langsung, dan bahkan dari muka ke muka, tanpa perantaraan makhluk apa pun” (Benediktus XII: DS 1000; bdk. LG 49).

2. Kehidupan yang sempurna bersama Tritunggal Mahakudus, persekutuan kehidupan dan cinta bersama Allah

KGK 1024    Kehidupan yang sempurna bersama Tritunggal Mahakudus ini, persekutuan kehidupan dan cinta bersama Allah, bersama Perawan Maria, bersama para malaikat dan orang kudus, dinamakan “surga”. Surga adalah tujuan terakhir dan pemenuhan kerinduan terdalam manusia, keadaan bahagia tertinggi dan definitif.

3. Hidup di dalam surga berarti “ada bersama Kristus”

KGK 1025    Hidup di dalam surga berarti “ada bersama Kristus” (Bdk. Yoh 14:3; Flp 1:23; 1 Tes 4:17). Kaum terpilih hidup “di dalam Dia”, mempertahankan, atau lebih baik dikatakan, menemukan identitasnya yang sebenarnya, namanya sendiri (Bdk. Why 2:17).

“Hidup berarti ada bersama Kristus; di mana ada Kristus, di sana dengan sendirinya ada kehidupan, di sana ada Kerajaan” (Ambrosius, Luc. 10,121).

4. Surga adalah persekutuan bahagia dari semua mereka yang bergabung sepenuhnya dengan Kristus

KGK 1026    Oleh kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus Kristus telah “membuka” surga bagi kita. Kehidupan orang bahagia berarti memiliki secara penuh buah penebusan oleh Kristus. Ia mengundang mereka, yang selalu percaya kepada-Nya dan tetap setia kepada kehendak-Nya, mengambil bagian dalam kemuliaan surgawi-Nya. Surga adalah persekutuan bahagia dari semua mereka yang bergabung sepenuhnya dengan Dia.

5. Surga yang merupakan misteri persekutuan berbahagia dengan Allah dan dengan semua mereka yang berada dalam Kristus, mengatasi setiap pengertian dan gambaran

KGK 1027    Misteri persekutuan berbahagia dengan Allah ini dan dengan semua mereka yang berada dalam Kristus, mengatasi setiap pengertian dan setiap gambaran. Kitab Suci berbicara kepada kita mengenai itu dalam gambar-gambar, seperti kehidupan, terang, perdamaian, perjamuan pernikahan meriah, anggur Kerajaan, rumah Bapa, Yerusalem surgawi, dan firdaus: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia: semuanya itu disediakan oleh Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Kor 2:9).

6. Surga adalah pandangan kepada Allah dalam kemuliaan surgawi yang membahagiakan

KGK 1028    Oleh karena Allah itu Maha agung, maka Ia hanya dapat dilihat, dalam keadaan-Nya yang sebenarnya, apabila Ia sendiri membiarkan manusia melihat misteri-Nya secara langsung dan menyanggupkannya untuk itu. Memandang Allah dalam kemuliaan surgawi-Nya secara demikian dinamakan Gereja “pandangan yang membahagiakan” [visio beatifica].

“Betapa mulianya, betapa gembiranya, kalau engkau diizinkan untuk melihat Allah, kalau engkau mendapat kehormatan, menikmati kegembiraan kebahagiaan dan terang abadi bersama Kristus, Tuhan dan Allahmu… bersama orang-orang benar dan sahabat Allah dalam Kerajaan surga, bergembira atas nikmat kebakaan yang dianugerahkan” (Siprianus, en. 58 10 1).

7. Surga adalah keadaan di mana para terpilih memerintah bersama Kristus sampai selama-lamanya.

KGK 1029     Mereka yang berbahagia di dalam kemuliaan surga tetap memerlukan kehendak Allah dengan gembira. Mereka melakukan itu juga dalam hubungan dengan manusia lain dan seluruh ciptaan, karena mereka memerintah bersama Kristus; bersama Dia mereka akan “memerintah sampai selama-lamanya” (Why 22:5, Bdk. Mat 25:21.23)

Sumber: Katolisitas.org

--Deo Gratias--

Minggu, 02 Februari 2014

SEBELUM MENCARI PASANGAN oleh Jackie Francois

Saya benar-benar menikmati menjadi seorang lajang – hingga saat seseorang mengatakan pada saya bahwa mereka menginginkan saya untuk berkencan dengan kerabat mereka, dengan tujuan mengembalikankerabatnya ke Gereja. Kadang-kadang saya merespon demikian, “Maaf, Nyonya, saya tidak menggoda untuk mempertobatkan!”

Ketika orang-orang menemukan bahwa saya masih lajang, mereka akan melakukan kurang lebih hal-hal ini:
1. memasangkan saya (antara dengan lajang lain yang nampak harus dikasihani, atau dengan kaum biarawan)
2. mengatakan betapa beruntungnya diri saya untuk menghindari perkawinan
3. berasumsi saya memiliki penyakit tidak tersembuhkan



Saya tidak memusingkan para “mak comblang”. Mereka berniat baik dan seringkali menginginkan saya untuk menikmati kebahagiaan yang sama dengan yang telah mereka rasakan dalam panggilan hidupnya. 

Mereka yang menghindari perkawinan adalah kelompok lain lagi. Seringkali mereka menekankan kepada saya untuk menghidupi kenikmatan hubungan intim tanpa komitmen, terutama ketika saya mengatakan bahwa saya adalah perawan berumur 28 tahun yang berusaha hidup murni. 

Kelompok yang satu lagi sering bertanya, “Mengapa engkau belum juga menikah?” ketika mengetahui saya masih lajang di akhir 20-an, maka pasti ada sesuatu yang salah dengan saya.

Terlepas dari asumsi-asumsi dan reaksi-reaksi ini, saya tidak pernah merasa lebih bersukacita atau damai dalam hidup saya daripada yang sekarang saya rasakan di usia lajang dewasa ini. Secara jujur, saya membutuhkan bertahun-tahun dalam iman, kerendahan hati, dan kencan, untuk sampai ke tempat di mana saya tahu HANYA Tuhan sendiri yang bisa memuaskan keinginan hati saya untuk mencintai dan dicintai. Tuhan sajalah satu-satunya yang diinginkan oleh hati saya.

Meskipun saya ingin menikah suatu hari nanti, Tuhan adalah satu-satunya yang saya inginkan lebih dari segalanya. Jika Tuhan memanggil saya untuk melepaskan keinginan berkeluarga demi kerajaan Allah, saya akan melakukannya.

Ketika datang saat-saat saya mulai memberhalakan pernikahan sebagai tujuan utama pemenuhan dalam hidup, saya mengingatkan diri saya tentang prioritas yang terarah kepada Tuhan.

Jika saya mati besok, akankah saya bahagia? Tentu saja! Saya akan sangat bersemangat untuk bersama-sama dengan Dia yang hati saya mengasihinya (terutama setelah waktu pemurnian yang luar biasa di api penyucian, tentu saja).

Jelas, saya masih belum sempurna dan masih belajar bagaimana mengendalikan jalan saya melalui kehidupan lajang, berusaha mencari tahu bagaimana berkencan yang tepat, menginginkan yang terbaik baginya (meskipun itu berarti ditolak), dan mempraktekkan apa yang saya ucapkan – semua dilakukan sembari berusaha mendekatkan diri kepada hati Allah di tengah kesibukan sehari-hari.

INILAH YANG HARUS DILAKUKAN

Harapan saya bagi para lajang yang cerdas adalah mereka mengejar kekudusan sebelum mencari seorang pasangan, mengetahui bahwa Yesus Sang Pengantin Pria selalu memberikan damai dan sukacita yang TIDAK DAPAT diberikan seorang pun di dunia ini.

Saya berharap mereka berlatih menikmati saat sekarang, karena setiap kondisi dalam hidup membawa pencobaan dan pengorbanan yang melatih kita dalam kebajikan dan mempersiapkan kita untuk surga.

Terakhir, saya berharap mereka menjadi saksi dari kultur yang sudah terpelintir, yang mengejek kebajikan seperti kemurnian, kesucian, kesederhanaan, dan pengendalian diri (lihat Filipi 2:13-14). Dunia kita saat ini sungguh membutuhkan saksi yang berani.

***

Diterjemahkan secara bebas dari "Seek Holiness Before Seeking a Spouse" oleh Jackie Francois (dengan sedikit perubahan)

http://www.ncregister.com/daily-news/seek-holiness-before-seeking-a-spouse#ixzz2YpFbPAuG

Jackie Francois adalah seorang penyanyi dan penulis lagu Katolik. Ketika artikel asli ditulis, Jackie masih menunggu orang yang tepat untuk mendampingi dirinya. Jackie menikah dengan Bobby Angel tahun 2013. Blog Jackie dan suaminya dapat dilihat pada link berikut http://jackieandbobby.com/

God bless,

Fides et Ratio (FeR)

Artikel terkait: Menjadi Orang Kudus (oleh Bobby Angel)
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10152059230789638&l=eef917aae7

Minggu, 15 Desember 2013

NOVENA NATAL


(khusus tanggal 16 Des dilakukan sore hari)


Apabila digabungkan ke dalam perayaan Ekaristi maka sesudah Kata Pembuka oleh Imam, lalu dinyanyikan (02) Ajakan Penantian Almasih, (03) Madah, (04) Mazmur dan Kidung, lalu Doa Pembuka, dan masuk ke Liturgi Sabda dari buku bacaan Misa hari yang bersangkutan. Doa Umat memakai (09) Doa Permohonan (tanpa Bapa Kami). Sesudah Komuni dinyanyikan (08) Kidung Maria. Selain dari itu mengikuti Buku Misa hari yang bersangkutan. Praktisnya Ritus Tobat dihilangkan sebab sudah diganti oleh Ajakan Penantian Almasih, Madah dan Mazmur - Kidung. 
  
01. Pembuka 

* Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
* Ya Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu. 
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin, alleluya. 

02. Ajakan Penantian Almasih 

Ulangan. Sembah sujudlah Tuhanmu, Raja yang akan datang 
1. Bergemarlah hai putri Sion, dan bersorak-sorailah putri Yerusalem. Lihatlah, Tuhan akan datang, dan hari itu akan tampaklah Terang yang agung. Gunung-gunung akan meneteskan serba manisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan air madu, karena akan datanglah Nabi yang agung, Dialah yang membarui Yerusalem. Ulangan 
2. Lihatlah, Ia akan datang dari rumah Daud, sebagai Allah dan manusia, dan akan bersemayam di atas singgasana-Nya. Kamulah akan melihat-Nya, maka sukacitalah hatimu. Ulangan 
3. Lihatlah, akan tiba Tuhan Pelindung kita. Yang tersuci dari Israel dengan mahkota kerajaan di atas kepala-nya. Dialah yang akan memerintah dari laut sampai ke laut, dan dari sungai sampai ke ujung bumi. Ulangan 
4. Lihatlah, Tuhan akan menampakkan diri dan tidak akan menipu kamu. Bila Ia bertangguh, hendaklah kamu menunggu dengan tabah, karena sesungguhnya Ia akan datang dan tak lama lagi. Ulangan 
5. Ia akan turun bagai hujan menetesi bumi. Dan pada masa itu akan terbitlah keadilan dan berlimpah kedamaian. Maka para raja sedunia akan menyembah Dia dan segala bangsa akan mengabdi-Nya. Ulangan 
6. Seorang bayi dilahirkan bagi kita, dan digelarkan Allah yang kuat, Ialah yang akan datang bersemayam di atas takhta Daud bapa-Nya, dan memangku tampuk pemerintahan. Ulangan 
7. Hai Betlehem, kota Allah Mahatinggi, dari padamu tampillah Pemimpin Israel. Karena kekal asalnya, maka Ia akan dimuliakan di seluruh dunia. Dan bila ia datang, damailah di atas bumi ini. Ulangan 

03. Madah (PS No. 439, MB No. 316, Yubilate No. 341) 
Pencipta Bintang Semesta

04. Mazmur dan Kidung 

Antifon: Sungguh akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan. 

Mazmur: 
Bersukacitalah surga dan bersoraklah bumi. Gunung-gunung nyanyikanlah madah pujian.
Hendaklah gunung-gunung menyerukan kesukaan. Dan bukit-bukit mewartakan keadilan.
Karena Tuhan kita akan datang dan akan menyayangi fakir miskin-Nya.
Langit embunkanlah dan awan-awan hujankanlah yang adil. Hendaklah bumi terbuka dan melahirkan Penebus.
Ingatkan akan daku ya Tuhan, sekadar kebaikan-Mu terhadap umat-Mu. Kunjungilah aku dengan selamat-Mu. 
Perlihatkanlah kebaikan-Mu, ya Tuhan dan berilah kami selamat-Mu.
Utuslah ya Tuhan, utuslah Anak Domba, penguasa dunia. Dari padang gurun ke bukit Sion.
Ya Tuhan mahakuasa, pulihkanlah kami kembali. Perlihatkanlah sinar wajah-Mu, maka selamatkanlah kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan kunjungilah kami dalam damai.
Supaya bersukacitalah kami di hadapan-Mu dengan segenap hati.
Semoga jalan-jalan-Mu dikenal di bumi dan selamat-Mu diketahui para bangsa.
Bangkitkanlah kuasa-Mu dan datanglah menyelamatkan kami. 
Datanglah ya Tuhan dan janganlah berlambat. Bebaskanlah Umat-Mu dari belenggu dosanya.
Kiranya Engkau ya Tuhan menembusi langit dan turunlah.
Semoga hancur-leburlah gunung-gunung di hadapan-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. 

Antifon: Sungguh akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan. 

Kidung: 
Meskipun berwujud pada Allah + 
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh * 
Pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah. 
Ia telah menghampakan diri +
dengan mengambil keadaan hamba *
dan menjadi sama dengan manusia.
Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan 
merendahkan diri + 
karena taat sampai mati * 
sampai mati di salib. 
Sebab itu Allah telah meninggikan Dia +
dan menganugerahkan kepada-Nya *
nama yang melebihi segala nama.
Agar dalam nama Yesus + 
bertekuklah setiap lutut * 
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi. 
Agar setiap lidah mengakui +
untuk kemuliaan Allah Bapa *
Tuhanlah Yesus Kristus.
Kemuliaan kepada Bapa * 
dan Putra dan Roh Kudus. 
Seperti pada permulaan sekarang selalu * 
dan sepanjang segala abad. 

Antifon: Sungguh, sudah genaplah waktunya bagi Allah untuk mengutus Putra-Nya ke dunia. 

05. Capitulum 
P. Sebagai penganjur bagi kita telah masuklah Anak Domba yang tak bernoda, dan telah dinobatkan menjadi Imam Agung, menurut peraturan Melkisedekh sampai selama-lamanya. Dialah Raja yang turunan-Nya tak akan berkesudahan. 
U. Syukur kepada Allah. 

06. Bacaan (Yes 33:7-24) 

07. Renungan 

08. Kidung Maria
Antifon: Lihatlah Raja, Penguasa dunia datang, Ialah yang akan membebaskan kita dari belenggu perhambaan. 

Aku mengagungkan Tuhan 
Hatiku bersukaria karena Allah, Penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku hamba-Nya yang hina ini. 

Mulai sekarang aku disebut bahagia oleh sekalian bangsa. 
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa. Kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-menurun kepada orang yang takwa. 
Perkasalah perbuatan tangan-Nya.
Dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta, yang hina dina diangkat-Nya. 
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan. 
Orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong. 

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel hamba-Nya. 
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunan-Nya untuk selama-lamanya. 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. 

Antifon: Lihatlah Raja, Penguasa dunia datang, Ialah yang akan membebaskan kita dari belenggu perhambaan. 

09. Doa Permohonan
P. Saudara-saudari, Bapa surgawi selalu menyambut baik keinginan manusia kaan Keselamatan. Kini Masa Adven, saat penyelamatan. Marilah kita dengan penuh keyakinan berdoa: 

1. Semoga kita menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya dengan iman yang penuh, harapan yang pasti dan cinta yang lebih manusiawi. Marilah kita mohon: 
U. Tuhan Yesus, datanglah menyelamatkan kami.
2. Semoga Natal Putra Allah membawa kebaikan ke tempat di mana ada kebencian, penghiburan di mana ada kesedihan, kegembiraan di mana ada kesedihan. Marilah kita mohon: 
3. Agar kita bersemangat lagi melaksanakan Sabda Keselamatan dalam kesaksian kristiani di tengah masyarakat lewat hidup dan karya kita. Marilah kita mohon: 
4. Bagi mereka semua yang lebih memerlukan belas kasih ilahi. Semoga dengan hati yang remuk-redam dan semangat tobat, mereka menyambut Putra Allah yang datang untuk mengampuni dan membawa keselamatan. Marilah kita mohon:

P. Kepada-Mu, ya Allah Bapa yang telah menjanjikan Keselamatan dan memenuhinya dalam Putra-Nya, kami pasrahkan permohonan-permohonan ini. Semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan semuanya dalam Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. 

Bapa Kami



Sumber: Buku Novena Natal, Komisi Liturgi KWI, disusun oleh Rm. Bosco da Cunha O.Carm, dengan berpedoman pada buku Novena del Natale, Badia di Cava, Italia, 1984.

Sabtu, 14 Desember 2013

Surat Gembala Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyambut Pemilu Legislatif 2014


SURAT GEMBALA

KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI)

MENYAMBUT PEMILU LEGISLATIF 2014 

“JADILAH PEMILIH YANG CERDAS
DENGAN BERPEGANG PADA HATI NURANI”.


Saudara-saudari, segenap umat Katolik  Indonesia yang terkasih,
Bangsa kita sedang bersiap diri menyambut  Pemilu legislatif untuk memilih DPR, DPD dan DPRD yang akan diselenggarakan tanggal 9 April 2014.  Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, Pemilu menjadi peristiwa penting dan strategis karena merupakankesempatan memilih calon legislatif dan perwakilan daerah yang akan menjadi wakil rakyat.


Hak dan Panggilan Ikut Serta Pemilu

Warga negara yang telah memenuhi syarat berhak ikut menentukan siapa yang akan mengemban kedaulatan rakyat melalui Pemilu. Mereka yang terpilih  akan menempati posisi yang menentukan arah dan kebijakan negeri ini menuju cita-cita  bersama, yaitu kesejahteraaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, selain merupakan hak, ikut memilih dalam Pemilu merupakan panggilan sebagai warga negara. Dengan ikut memilih berarti Anda ambil bagian dalam  menentukan arah perjalanan bangsa ke depan. Penting disadari bagi para pemilih untuk tidak saja datang danmemberikan suara, melainkan menentukan pilihannya  dengan cerdas dan sesuai dengan hati nurani. Dengan demikian, pemilihan dilakukan tidak asal menggunakan hak pilih, apalagi sekedar ikut-ikutan. Siapa pun calon dan partai apa pun pilihan Anda, hendaknya dipilih dengan keyakinan bahwa calon tersebut dan partainya akan mewakili rakyat dengan  berjuang bersama seluruh komponen masyarakat mewujudkan cita-cita bersama bangsa Indonesia. Pertanyaannya adalah calon legislatif macam apa yang mesti dipilih dan partai mana yang mesti menjadi pilihan kita.


Kriteria Calon Legislatif

Tidak mudah bagi Anda untuk menjatuhkan pilihan atas para calon legislatif. Selain karena banyak jumlahnya, mungkin juga tidak cukup Anda kenal karena tidak pernah bertemu muka. Para calon legislatif yang  akan Anda pilih, harus dipastikan bahwa mereka itu memang orang baik, menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan. Calon legislatif yang jelas-jelas berwawasan sempit, mementingkan kelompok, dikenal tidak jujur, korupsi dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan tidak layak dipilih. Hati-hatilah dengan sikap ramah-tamah dan kebaikan yang ditampilkan calon legislatif hanya ketika berkampanye, seperti membantu secara material atau memberi uang. Hendaklah Anda tidak terjebak atau ikut dalam politik uang yang dilakukan para caleg untuk mendapatkan dukungan suara.  Perlulah Anda mencari informasi mengenai para calon yang tidak Anda kenal dengan pelbagai cara. Demi terjaga dan tegaknya bangsa ini, perlulah kitamemperhitungkan calon legislatif yang mau berjuang untuk mengembangkan sikap toleran  dalam kehidupan antarumat beragama dan peduli pada pelestarian lingkungan hidup. Pilihan kepada calon legislatif perempuan yang berkualitas untuk DPR, DPD dan DPRD merupakan salah satu tindakan nyata  mengakui kesamaan martabat dalam kehidupan politik antara laki-laki dan perempuan, serta mendukung peran serta perempuan dalam menentukan kebijakan dan mengambil keputusan.


Kriteria Partai Politik

Kita bersyukur atas empat kesepakatan dasar  dalam berbangsa dan bernegara yakni  Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita percaya bahwa hanya dengan mewujudkan keempat kesepakatan tersebut,  bangsa ini akan mampu mewujudkan cita-citanya. Oleh karena itu, dalam memilih  partai perlu memperhatikan sikap dan perjuangan mereka dalam  menjaga keempat kesepakatan tersebut. Hal yang penting untuk menjadi pertimbangan kita adalah partai yang memiliki calon legislatif dengan  kemampuan memadai dan wawasan kebangsaan yang benar. Partai yang memperjuangkan kepentingan kelompoknya apalagi tidak berwawasan kebangsaan, hendaknya tidak dipilih.  


Pengawasan atas Jalannya Pemilu

Setiap warga negara diharapkan  ikut memantau dan mengawasi proses dan jalannya Pemilu. Pengawasan itu bukan hanya pada saat penghitungan suara, melainkan selama proses Pemilu berlangsungdemi terlaksananya Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia,jujur dan  adil (Luber Jurdil). Kita perlu mendorong dan memberikan dukungan kepada  kelompok-kelompok dalam masyarakat yang dengan cermat mengikuti dan mengritisi proses jalannya Pemilu. Hendaknya Anda mengikuti  secara cermat proses  penghitungan suara  bahkan harus terus mengawasi pengumpulan suara dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampai ke tingkat kecamatan dan kabupaten agar tidak terjadi rekayasa dan kecurangan.


Pemilu yang Aman dan Damai

Amat penting bagi semua warga masyarakat untuk menjaga Pemilu berjalan langsung, umum,  bebas, rahasia, jujur, adil, damai dan berkualitas. Jangan sampai terjadi kekerasan dalam bentuk apapun, baik secara terbuka maupun terselubung, karena bila sampai terjadikekerasan maka damai dan rasa aman tidak akan mudah dipulihkan. Perlu  tetap waspada terhadap usaha-usaha memecah belah ataumengadu domba yang dilakukan demi tercapainya suatu target politik. Bila ada sesuatu yang bisa menimbulkan kerawanan,khususnya dalam hal keamanan dan persatuan ini, partisipasi segenap warga masyarakat untuk  menangkalnya sangat diharapkan.


Calon Legislatif
Para calon legislatif, kami hargai Anda karena  tertarik dan terpanggil terjun  dalam dunia politik. Keputusan Anda untuk mempersembahkan diri kepada Ibu Pertiwi melalui jalan itu akan menjadi kesempatan untuk berkontribusi secara berarti bahkan maksimal bagi tercapainya cita-cita bangsa Indonesia. Karena itu, tetaplah memegang nilai-nilai luhur kemanusiaan, serta tetap berjuang untuk kepentingan umum dengan integritas moral dan spiritualitas yang dalam. Anda dipanggil dan diutus menjadi garam dan terang!


Saudara-saudari terkasih,
Ikutlah memilih. Dengan demikian Anda ikut serta dalam menentukan masa depan bangsa. Sebagai umat beriman, marilah kita mengiringi proses pelaksanaan Pemilu dengan doa memohon berkat Tuhan, semoga  Pemilu berlangsung dengan damai dan berkualitas  serta menghasilkan wakil-wakil rakyat yang benar-benar memperhatikan rakyat dan berjuang untuk keutuhan Indonesia. Dengan demikian cita-cita bersama, yaitu kebaikan dan kesejahteraan bersama semakin mewujud nyata.

Semoga Bunda Maria, Ibu segala bangsa, senantiasa melindungi bangsa dan negara kita dengan doa-doanya.   

Jakarta, Januari 2014

KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
Mgr. Ignatius Suharyo                           Mgr. Johannes Pujasumarta



Surat Gembala KWI: Jadilah pembela kehidupan! Lawanlah penyalahgunaan narkoba! thumbnail

         Ketua                                                       Sekretaris Jenderal




Jumat, 13 Desember 2013

POJOK KATEKESE: Keputusasaan Yesus di Salib

Romo, ketika tergantung di salib dan sebelum wafat, Yesus berteriak ”Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mat 27:46; Mrk 15:34)” Apakah ini tanda keputusasaan Yesus? Mengapa Yesus merasa ditinggalkan oleh Allah? Mohon penjelasan Romo.

Y. Alex Santoso, Lawang

Alex yang terkasih, memang sekilas dengan melihat seruan itu saja, kita bisa mendapat kesan bahwa Yesus putus asa. Kita bisa mengatakan bahwa sebagai manusia, Yesus mengalami kesendirian yang luar biasa. Seruan ini pastilah asli berasal dari Yesus sendiri karena penginjil Markus juga menuliskannya, malahan dalam bahasa Aramis, meskipun pendengarnya bukan orang Yahudi.

Untuk mengerti dengan mendalam, perlu diketahui kebiasaan umum dalam Kitab Suci, yaitu bahwa mengutip awal suatu perikop atau Mazmur, berarti merujuk ke keseluruhan teks tersebut. Nah, kata-kata yang diungkapkan Yesus itu adalah awal Mazmur 22. Karena itu, kita bisa mengatakan bahwa Yesus mendoakan keseluruhan Mzm 22 tersebut.

Kalau kita perhatikan, Mzm 22 terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama (ay 2-19) melukiskan kepedihan dan kesengsaraan yang dialami oleh pemazmur. Uraiannya bernada kepercayaan tapi juga kepedihan karena sengsara yang harus dijalaninya. Hal ini mengingatkan kita pada nyanyian hamba Allah dari Kitab Deutero Yesaya.

Bagian kedua (ay 20-27) berisi jeritan permohonan pemazmur kepada Tuhan agar Tuhan melepaskan dia dari cengkeraman para musuhnya. Nada keputusasaan pada bagian pertama berganti dengan kemantapan iman dan penyerahan kepada Tuhan. Pemazmur mengingat berbagai janji Tuhan dan memantapkan kepercayaan dan harapannya kepada Tuhan.

Bagian ketiga adalah bagian terpenting, khususnya ay 28-29, yaitu menunjukkan kesadaran pemazmur bahwa penderitaan tak akan berakhir sia-sia, tetapi akan menghasilkan buah, yaitu pertobatan para bangsa. Mereka itu akan ”berbalik kepada Tuhan dan . . . akan sujud menyembah di hadapan-Nya” (ay 28). Bagian ini menunjukkan keyakinan pemazmur bahwa penderitaan dan kematiannya tidaklah percuma tetapi menghasilkan buah berlimpah.

Jika dilihat demikian, maka seruan Yesus di salib itu (Mat 27:46; Mrk 15:34) bukanlah tanda keputusasaan, tetapi tanda keyakinan iman bahwa semua sengsara dan kematian-Nya akan menghasilkan pertobatan bangsa-bangsa. Mazmur 22 ini menunjukkan kesadaran Yesus yang dengan kebebasan-Nya memilih menempuh sengsara dan wafat. Mazmur 22 ini mencerminkan keyakinan Yesus bahwa Allah berada pada pihak-Nya dan akan menunjukkan kemenangan-Nya.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM - HidupKatolik.com
--Deo Gratias--


Photo: POJOK KATEKESE

Keputusasaan Yesus di Salib

Romo, ketika tergantung di salib dan sebelum wafat, Yesus berteriak ”Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mat 27:46; Mrk 15:34)” Apakah ini tanda keputusasaan Yesus? Mengapa Yesus merasa ditinggalkan oleh Allah? Mohon penjelasan Romo.

Y. Alex Santoso, Lawang

Alex yang terkasih, memang sekilas dengan melihat seruan itu saja, kita bisa mendapat kesan bahwa Yesus putus asa. Kita bisa mengatakan bahwa sebagai manusia, Yesus mengalami kesendirian yang luar biasa. Seruan ini pastilah asli berasal dari Yesus sendiri karena penginjil Markus juga menuliskannya, malahan dalam bahasa Aramis, meskipun pendengarnya bukan orang Yahudi.

Untuk mengerti dengan mendalam, perlu diketahui kebiasaan umum dalam Kitab Suci, yaitu bahwa mengutip awal suatu perikop atau Mazmur, berarti merujuk ke keseluruhan teks tersebut. Nah, kata-kata yang diungkapkan Yesus itu adalah awal Mazmur 22. Karena itu, kita bisa mengatakan bahwa Yesus mendoakan keseluruhan Mzm 22 tersebut.

Kalau kita perhatikan, Mzm 22 terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama (ay 2-19) melukiskan kepedihan dan kesengsaraan yang dialami oleh pemazmur. Uraiannya bernada kepercayaan tapi juga kepedihan karena sengsara yang harus dijalaninya. Hal ini mengingatkan kita pada nyanyian hamba Allah dari Kitab Deutero Yesaya.

Bagian kedua (ay 20-27) berisi jeritan permohonan pemazmur kepada Tuhan agar Tuhan melepaskan dia dari cengkeraman para musuhnya. Nada keputusasaan pada bagian pertama berganti dengan kemantapan iman dan penyerahan kepada Tuhan. Pemazmur mengingat berbagai janji Tuhan dan memantapkan kepercayaan dan harapannya kepada Tuhan.

Bagian ketiga adalah bagian terpenting, khususnya ay 28-29, yaitu menunjukkan kesadaran pemazmur bahwa penderitaan tak akan berakhir sia-sia, tetapi akan menghasilkan buah, yaitu pertobatan para bangsa. Mereka itu akan ”berbalik kepada Tuhan dan . . . akan sujud menyembah di hadapan-Nya” (ay 28). Bagian ini menunjukkan keyakinan pemazmur bahwa penderitaan dan kematiannya tidaklah percuma tetapi menghasilkan buah berlimpah.

Jika dilihat demikian, maka seruan Yesus di salib itu (Mat 27:46; Mrk 15:34) bukanlah tanda keputusasaan, tetapi tanda keyakinan iman bahwa semua sengsara dan kematian-Nya akan menghasilkan pertobatan bangsa-bangsa. Mazmur 22 ini menunjukkan kesadaran Yesus yang dengan kebebasan-Nya memilih menempuh sengsara dan wafat. Mazmur 22 ini mencerminkan keyakinan Yesus bahwa Allah berada pada pihak-Nya dan akan menunjukkan kemenangan-Nya.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM - HidupKatolik.com
--Deo Gratias--

Paus Fransiskus dipilih sebagai Person of The Year 2013 oleh majalah Time


TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus dipilih sebagai Person of The Year atau Tokoh Tahun Ini oleh majalah Time edisi Rabu, 11 Desember 2013. Time memilih Paus yang terlahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio ini karena selama sembilan bulan "berkuasa", dia dinilai menjadi suara baru hati nurani.

Paus Fransiskus I yang terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma pada 13 Maret 2013 lalu memang terkenal nyentrik dan penuh dengan kontroversi. Pada misa pertamanya sebagai Paus, ia menyebabkan kegemparan di antara pengawalnya karena berjalan di tengah kerumunan massa di dekat gerbang Vatikan. Ia bahkan menyempatkan diri menyalami umat meski kondisi cukup ricuh. (Lihat: Foto Person of the Year Time)         

Berikut beberapa kontroversi dari Paus asal Argentina ini:

1. Menolak tinggal di istana
Kehidupan sederhana yang telah dijalani Paus Fransiskus I selama hidupnya ternyata tak hilang meski ia telah menjabat Pemimpin Takhta Suci Vatikan. Ia dikabarkan menolak menempati apartemen mewah khusus bagi Paus di lantai teratas Istana Apostolik Vatikan. Paus Fransiskus lebih memilih tinggal di apartemen yang didirikan oleh mendiang Paus Yohanes Paulus II di dekat Basilika St. Peter.

2. Pernyataannya soal Kain Kafan Turin atau Shroud of Turin
Sejumlah orang yakin bahwa Kain Kafan Turin atau Shroud of Turin adalah pembungkus jasad Yesus pasca-penyaliban. Pada lembaran kain tua itu, tercetak citra samar dari darah yang mengering: seorang pria tinggi berambut panjang dan berjenggot. 

Meski menganggapnya sebagai relikui suci, Gereja Katolik telah sekian lama tidak mengeluarkan pernyataan soal keaslian kain tersebut. Namun, secara eksplisit Paus Fransiskus menyinggung keterkaitan Kain Kafan Turin dengan Yesus dalam rekaman videonya terkait dengan penayangan acara ihwal kain suci itu di televisi Italia.

Paus asal Argentina itu mengatakan, "Pria dalam kafan itu mengundang kita untuk merenungkan Yesus dari Nazaret." "Wajah yang rusak itu, serupa dengan wajah pria dan wanita yang hancur oleh hidup yang tak menghormati martabat mereka, oleh perang dan kekerasan yang menimpa orang-orang lemah," kata Paus seperti dimuat Daily Mail, Ahad, 31 Maret 2013. 

Paus menambahkan, di saat bersamaan, wajah di kain kafan itu menunjukkan kedamaian yang agung. "Tubuh yang disiksa itu menunjukkan sebuah keagungan yang berdaulat".

3. Membasuh Kaki Tahanan Wanita
Selama berabad-abad, paus hanya membasuh kaki tahanan pria sebelum Jumat Agung. Tidak pernah sebelumnya seorang paus membasuh kaki seorang wanita. 

Namun Paus Fransiskus I mendobrak tradisi itu. Ia membasuh dan mencium kaki salah satu narapidana perempuan di penjara di Casal del Marmo, Roma, Italia, Kamis, 28 Maret 2013. Tahanan, yang namanya dirahasiakan, menurut situsTelegraph, adalah seorang muslim Serbia yang tengah menjalani proses hukuman di Italia. 

Ke-12 narapidana yang dibasuh kakinya oleh Paus berusia antara 14 dan 21 tahun, dua di antaranya adalah perempuan. Ritual ini menyimbolkan kejadian sebelum Yesus disalib, di mana dia mencuci kaki ke-12 pengikut setianya. Keterlibatan perempuan dalam upacara ini sempat diulas media karena semua murid Yesus adalah laki-laki.

4. Menolak menggunakan BMW dan Mercedes
Meski telah disediakan kendaraan dinas berupa mobil jenis BMW dan Mercedes yang digunakan pendahulunya, ia justru menolak dan memilih menggunakan mobil bekas jenis Renault keluaran tahun 1984. Seperti dilansir New York Daily News, Kamis 12 September 2013, mobil yang akan dikendarai oleh Paus Fransiskus adalah sumbangan dari Rev Renzo Zocco, seorang pendeta Italia. Ia menggunakan mobil Renault itu untuk memberikan pelayanan terhadap orang-orang miskin di Verona.

5. Percaya Tuhan tapi bukan Tuhan Katolik
Paus Fransiskus kembali membuat pernyataan yang kontroversial bagi umat Katolik. Dalam wawancara dengan harian terbitan Italia, La Repubblica, Rabu, 9 Oktober 2013. Paus asal Argentina itu menjelaskan keyakinannya akan Tuhan. Ia mengatakan meyakini akan adanya Tuhan namun, bukan Tuhan Katolik.

"Saya percaya akan Tuhan, tetapi bukan (kepada) Tuhan Katolik," kata Paus kepada pendiri dan mantan editor harianLa Repubblica, Eugenio Scalfari. "Tuhan bukan Katolik. Tuhan adalah universal, dan kita adalah umat Katolik karena cara kita memuja Dia," ujar Paus.

Lebih jauh, Paus Fransiskus menjelaskan bahwa sebagai pemimpin umat Katolik, dia mempercayai Tuhan dan Yesus Kristus sebagai inkarnasi Tuhan. "Yesus adalah guru dan pemimpin saya. Tetapi Tuhan, Bapa, adalah cahaya dan Sang Pencipta. Itulah yang saya yakini. Apakah menurut Anda keyakinan kita jauh berbeda?" tanya Paus kepada Scalfari.