Paus Fransiskus sebagai Person of The Year 2013 oleh majalah Time

Baru 9 bulan menjabat, Paus dipilih menjadi Tokoh Terpilih 2013

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Gabunglah di Twitter kami: https://twitter.com/Katolik_ku

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selasa, 03 Juni 2014

Benih Sabda - 4 Juni 2014 SUPAYA MEREKA MENJADI SATU


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:11b-19)
 
"Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita."
        
Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku.

Aku telah menjaga mereka, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu.

Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka, dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.

U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 

Renungan hari ini..

Benih Sabda - 4 Juni 2014

SUPAYA MEREKA MENJADI SATU

Yoh 17:11
“Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu,
yaitu nama-Mu yang telah Engkau serahkan kepada-Ku,
supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita.”

Hanya Allahlah kudus. Tetapi, Ia rindu
supaya semua manusia jadi seperti Dia (Im 11:44).

Sungguh tak terpahami bahwa Allah yang lain total
dari segala sesuatu yang ada, merindukannya.

Inilah misteri Allah: Ia menguduskan manusia,
menjadikannya serupa dengan-Nya,
dan sungguh berbeda dari “dunia”,
sebab sebagai Bapa Ia menjadikan semua orang
yang mengikuti Anak-Nya, anak-Nya sendiri.

“Peliharalah mereka dalam nama-Mu”, doa Sang Guru.
Bapa selalu memelihara manusia dalam relasi dengan-Nya.
Seandainya tidak, maka manusia kehilangan identitasnya.
Karena berelasi dengan Bapa, manusia tetap anak-Nya.

Sang Guru berdoa supaya semua pengikutnya
menjadi satu seperti Bapa bersatu dengan Anak-Nya.
Bersatu adalah keinginan fundamental manusia.
Sebab dengan cara inilah kasih terwujud.

Kejahatan selalu memecahkan dan membunuh,
tetapi kasih mempersatukan dan memberi hidup.
Persatuan yang dikehendaki Bapa
ialah persatuan dalam kasih, persaudaraan.

©SL 4 Juni 2014

Pastor Antonius Subianto Bunyamin OSC, Provinsial Ordo Salib Suci, sebagai Uskup Keuskupan Bandung yang baru.

Dengan penuh syukur, kami mengabarkan bahwa baru saja, tepat pukul 12.00 waktu Roma (17.00 WIB), Bapa Paus Fransiskus mengumumkan pengangkatan Pastor Antonius Subianto Bunyamin OSC, Provinsial Ordo Salib Suci, sebagai Uskup Keuskupan Bandung yang baru.

Senin, 02 Juni 2014

Benih Sabda - 3 Juni 2014 BUKAN UNTUK DUNIA INI

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:1-11a) 
                      
"Bapa, permuliakanlah Anak-Mu."
                          
Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.

Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan.

Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.

Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka telah menuruti firman-Mu.

Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu, dan segala milik-Mu adalah milik-Ku, dan milik-Ku adalah milik-Mu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Aku tidak lagi ada dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.


Renungan
Benih Sabda - 3 Mei 2014

BUKAN UNTUK DUNIA INI

Yoh 17:9 
“Aku berdoa untuk mereka, bukan untuk dunia ini.
Ya, untuk mereka yang telah Engkau serahkan kepada-Ku,
karena mereka adalah milik-Mu.”

Sang Guru berdoa. Ia yakin doanya akan dikabulkan.
Sebab apa yang diinginkan Sang Guru
tentu saja diinginkan oleh Bapanya pula.

“Aku berdoa untuk mereka, bukan untuk dunia ini”.
Sabda-doa ini perlu dipahami dengan tepat!
Dalam Injil Yohanes, dunia dipahami
sebagai semacam jaringan kebohongan
yang menguasai segala relasi antarmanusia.

Dunia menurut paham ini akan dihancurkan
sebab serupa dengan kanker; harus dihancurkan
demi menyelamatkan umat manusia yang sakit.

Jadi, “dunia ini” bukan segenap umat manusia
yang umumnya menjadi budak sistem kebohongan.
Sebab umat manusia begitu dikasihi Allah
sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya sendiri
supaya mereka diselamatkan olehnya.

Sang Guru menjadi pengantara bagi semua orang
yang Bapanya telah beri kepadanya
sebagai saudaranya dan sebagai anak Allah.
Semua mereka adalah milik Allah sendiri.

©SL 3 Juni 2014

Minggu, 01 Juni 2014

Benih Sabda - 2 Juni 2014 AKU SUDAH MENGALAHKAN DUNIA

Yoh 16:33
“Aku sudah mengatakan semua ini kepadamu,
supaya kamu memperoleh sejahtera di dalam Aku.
Dalam dunia ini kamu akan mengalami kesusahan,
tetapi teguhkanlah hatimu! Aku sudah mengalahkan dunia."

Yoh 16 biasanya disebut “Wejangan Perpisahan”.
Isi utamanya ialah sabda Sang Guru
tentang dunia yang akan membenci para pengikutnya,
dan tentang kesedihan yang akan mereka alami
sesudah Sang Guru tidak lagi hadir di bumi.

Namun, sebelum itu terjadi,
Sang Guru ingin menguatkan dan menghibur mereka
supaya mereka berani menghadapi segala tantangan
dan menggapai damai, pemberian dirinya.

Damai itu bukan di luar, melainkan di dalam Sang Guru.
Damai itu sama dengan tinggal dalam dirinya,
dalam komunitas dan relasi kasih dengannya.
Damai itu akan memenuhi mereka pada hari Paskah,
ketika Sang Guru akan menyatakan diri
dan mengatasi segala kecemasan para pengikutnya.

Di saat mereka akan mengalami berbagai kesusahan,
dalam diri Sang Guru akan mereka temukan damai.
Sebab Sang Guru untuk selamanya bersama Bapanya.
Kesusahan itu akan menjadi kesaksian kuasa kasih.
Kematian Sang Guru adalah kemenangan kasih.

©SL 2 Juni 2014

Sabtu, 31 Mei 2014

Benih Sabda - 1 Juni 2014 INILAH HIDUP YANG KEKAL

Yoh 17:3
“Inilah hidup yang kekal,
yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,
sebagai satu-satunya Allah yang benar,
dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Sang Guru menjelaskan arti ungkapan “hidup yang kekal”.
Hidup itu adalah pemberiannya!
Intinya ialah relasinya sendiri dengan Bapanya.
Relasi itu ada karena ia mengenal dan mengasihi Bapa.

Jadi, hidup yang kekal ialah mengenal Allah sebagai Bapa,
mengenal-Nya dengan cara sama seperti Sang Guru.
Ini bukan pengetahuan intelektual biasa,
melainkan pengalaman nyata tentang relasi kasih
antara Allah Bapa dengan Anak-Nya.

Sang Guru datang untuk memperkenalkan Bapa
dan menganugerahkan relasinya sendiri dengan Bapa.
Sebab Bapa mengasihi para pengikutnya
sebagaimana Anak mengasihi mereka,
sedangkan Anak mengasihi mereka dengan kasih sama
sebagaimana ia dikasihi Bapa-Nya.

Injil dituliskan supaya manusia tahu anugerah Bapa ini.
Perlukah ini diketahui semua orang? Sangat perlu!
Sebab kalau manusia tidak mengenal Bapa,
ia tidak mengenal dirinya, orang lain, bahkan dunia ini.
Inilah sebabnya kata “mengenal” begitu penting di sini!

©SL 1 Juni 2014

Jumat, 30 Mei 2014

Benih Sabda - 31 Mei 2014 MEMBERI SALAM KEPADA ELISABET

Luk 1:39-40
Segera setelah itu, Maria bersiap-siap
lalu bergegas pergi ke pegunungan, ke sebuah kota di Yudea.
Ia masuk ke rumah Zakharia
dan memberi salam kepada Elisabet.

Maria bergegas untuk mengunjungi Elisabet.
Ia tidak ke sana karena ingin tahu ataupun ragu-ragu!
Ia ke sana karena hatinya bersukacita! Ia penuh iman.
Ia juga ingin menunjukkan cintanya kepada Elisabet.

Setelah masuk ke rumah Zakharia, Maria memberi salam.
Salam atau syalom ini searti dengan, “Damai!”
Maria yang memberkati mereka yang menerimanya.
Di Israel, tamu diperlakukan sebagai utusan Allah.
Dengan memberkati, manusia serupa dengan Allah.

Maria memberkati secara istimewa sekali.
Sebab ia bahkan membawa Anak Allah dalam rahimnya!
Inilah anugerahnya, sebab ia percaya pada sabda Tuhan.
Elisabet pun percaya, maka tersentuh oleh-Nya.
Ia yakin bahwa dalam diri Maria tinggal Dia
yang sepanjang sejaharnya dinantikan bangsa Israel.

Selama ini, tidak ada seorang pun yang tahu
karya besar macam apa diwujudkan Tuhan dalam Elisabet.
Tidak diketahui pula seorang pun
apa yang terjadi dalam rahim Maria.
Tuhan tidak pernah pamer, tetapi Ia dapat dikenal orang
yang seperti kedua perempuan ini percaya kepada-Nya.

©SL 31 Mei 2014

Kamis, 29 Mei 2014

Benih Sabda - 30 Mei 2014 DUKACITA … BERGEMBIRA

Yoh 16:22
“Saat ini kamu memang berdukacita,
tetapi Aku akan menjumpai kamu lagi
sehingga hatimu akan bergembira
dan tidak ada seorang pun yang dapat mengambil
kegembiraanmu itu darimu.”

Sebelum dibunuh, Sang Guru bersabda dengan jelas,
“Saat ini kamu memang berdukacita”. Mengapa?
Murid-muridnya memang sama sekali tidak menduga
bahwa Guru mereka, dan mereka bersama dengannya,
akan mengalami masa krisis yang dahsyat.

Dan, benar! Pada hari Jumat,
mereka masih melihat Guru, tetapi sudah disalibkan.
Pada hari Sabtu, mereka tidak melihatnya lagi,
sebab sudah dimakamkan. Dua hari itu mereka berduka.
Dua hari itu terasa sebagai beban tak terpikulkan.

Namun, pada hari Paskah, semuanya akan berubah.
Pada hari itu, pengikut Sang Guru akan bersukacita
sebab akan mengerti bahwa segala kesedihan dan derita
dapat mereka persatukan dengan Kristus.
Mereka akan yakin bahwa kebangkitan
bukan hanya tersedia bagi Sang Guru,
melainkan bahwa mereka sendiri akan mengalaminya.

Pengikut Kristus ialah orang yang berjalan bersama Dia
dan bersama dengan-Nya melewati kematian.
Benih dapat tumbuh dan berbuah, setelah ia mati saja.

©SL 30 Mei 2014