Paus Fransiskus sebagai Person of The Year 2013 oleh majalah Time

Baru 9 bulan menjabat, Paus dipilih menjadi Tokoh Terpilih 2013

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Gabunglah di Twitter kami: https://twitter.com/Katolik_ku

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selamat Datang di Gereja Katolik Blog

Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bermanfaat untuk meningkatkan iman Katolik kita.

Selasa, 03 November 2015

PERBEDAAN untuk Bersatu

🌿 Kita terlahir dengan segala PERBEDAAN yang kita miliki dengan TUJUAN untuk Bersatu :
💚saling menyayangi...
💚saling menolong...
💚saling membantu...
💚saling mengisi...
💚saling menghargai...

BUKAN untuk :
🔴 saling menuduh
🔴 saling menyalahkan
🔴 saling merusak
🔴 saling membenci                                  🔴 saling merendahkan                   
                                                                SEMUA Perbedaan dari kita adalah Keindahan yang terjadi agar kita RENDAH HATI untuk MENGHARGAI orang lain...

Tidak ada satupun Pekerjaan yang DAPAT kita kerjakan sendiri.

🌿 Mungkin Kelebihan kita adalah Kekurangan orang lain... Sebaliknya Kelebihan orang lain bisa jadi Kekurangan kita...!

🌿 Tidak ada yang lebih BODOH atau lebih PINTAR...
Bodoh atau Pintar itu relatif sesuai dengan bidang/talenta yang kita syukuri masing masing menuju Impian kita...

🌿 Bukan individualis yang sempurna.
Orang Pintar bisa gagal.
Orang Hebat bisa jatuh..., karena KESOMBONGANNYA!
Tetapi...

🌿 Orang yang Rendah Hati dalam segala Hal dan selalu berbuat baik kepada siapa saja, akan selalu mendapat KEBAHAGIAAN SEJATI..

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌Ĝöð Blҽŝs Yöű·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

Senin, 02 November 2015

New Year resolution from Pope Francis

Minggu, 01 November 2015

INDULGENSI UNTUK ARWAH MANA DASAR KITAB SUCINYA??? (RD Josep Susanto)

INDULGENSI UNTUK ARWAH

MANA DASAR KITAB SUCINYA???
(RD Josep Susanto)

Akhir-akhir ini sedang ramai di Media Sosial tentang Indulgensi Bagi Arwah Orang Beriman, yang diperpanjang oleh Paus Fransiskus menjadi 1-8 November 2015 dalam rangka Tahun Kerahiman Ilahi.

Seperti biasa beberapa sahabat menanyakan DASAR KITAB SUCI nya apa untuk mendoakan orang yang telah meninggal, bukti dalam Kitab Sucinya apa untuk Indulgensi tersebut.

Yuk kita bahasa satu-satu, supaya "pinter" kalau ditanya.

Dimulai dari, apa itu INDULGENSI.
Indulgensi berasal dari bahasa Latin artinya penghapusan suatu kesalahan (dosa).

Apa/siapa sumber INDULGENSI itu?
Tidak lain tidak bukan adalah Yesus (Allah sendiri) yang mempunyai kuasa mengampuni dosa.
Markus 2:10 "Supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia (Yesus) berkuasa mengampuni dosa."

Kok sekarang Paus atau Gereja yang menawarkan Indulgensi, memangnya Paus atau Gereja itu Allah?

Yesus Kristus memberikan kuasa mengampuni dosa kepada Para RasulNya (GerejaNya).
Lihat Yoh 20:23
"Jikalau kamu (para rasul) mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Kuasa Indulgensi ini dipelihara dan diteruskan oleh para rasul dalam Gereja sampai sekarang melalui "orang-orang tertahbis" yaitu Para Imam.

Para imam, dari Rahmat Tahbisannya dari Gereja, bertindak sebagai perpanjangan tangan / wakil Allah di dunia, memiliki kuasa untuk memberikan rahmat pengampunan kepada orang yang mau bertobat.

Lalu kok pengampunan dosa dikaitkan dengan orang yang meninggal, alasannya apa?

Pertama, Gereja adalah persekutuan umat beriman yang masih hidup di dunia DAN JUGA umat beriman yang masih di api penyucian dan yang sudah ada di surga.

(Ingat ngak sebelum kita menyanyikan lagu Kudus, imam berkata: "bersama seluruh laskar surgawi, dan semua orang kudus, kami mengunandangkan nyanyian kemuliaanMu dengan tak henti-hentinya bernyanyi". Di lagu Kharismatik juga ada: "bersama malaikat di surga, nyanyikan kidung pujian...").

Kedua, Kalau orang yang berdosa masih hidup, Gereja masih bisa mengingatkan, menegur dan menasehati mereka untuk bertobat. Mereka masih bisa datang sendiri untuk menerima Sakramen Pengakuan Dosa kepada Imam.

Nah, orang berdosa yang sudah meninggal yang masih di Api Penyucian bagaimana?

Sederhananya, api penyucian adalah suatu fase di mana orang yang meninggal membersihkan diri dari segala dosa selama di dunia (karena belum sempat atau pun belum sempurna bertobat selama di dunia), sebelum mengalami kesatuan dengan Allah, Sang Maha Kudus di dalam KerajaanNya yang abadi di surga.

Terus, apakah mereka membutuhkan bantuan kita yang masih hidup? Dasar Kitab Sucinya apa.

Di sini letak PERBEDAAN pemahaman dengan saudara2 kita Kristen lainnya. Karena mereka tidak mengakui kitab2 Deuterokanonika yang mana di dalamnya terdapat Kitab Makabe.

Bagi Gereja Katolik, Kitab2 Deutero ini adalah MASIH BAGIAN dari karya keselamatan Allah, menjadi TITIK SAMBUNG antara Sejarah orang Israel sebelum pembuangan, setelah pembuangan, masa kekuasaan Persia-Yunani abad 2 SM, sampai kekuasaan Romawi (jaman Yesus). Tentang mengapa Luther dan pengikutnya menolak kitab2 Deuterokanonika akan dibahas lain kali, supaya fokus.

Coba baca 2 Makabe 12:38-45.

39. Pada hari berikutnya waktu hal itu menjadi perlu pergilah anak buah Yudas Makabe untuk membawa pulang jenazah orang-orang yang gugur dengan maksud untuk bersama dengan kaum kerabat mereka mengebumikan jenazah-jenazah itu di pekuburan nenek moyang.

42. Merekapun lalu mohon dan minta, semoga dosa yang telah dilakukan itu dihapus semuanya.

43. Kemudian dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan KORBAN PENGHAPUS DOSA. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan.

44. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan BANGKIT, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati.

45. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.

Semangat dari kesalehan mendoakan arwah adalah IMAN AKAN KEBANGKITAN.

Doa-doa kita yang masih di dunia ini adalah bentuk solidaritas, dukungan, perhatian, kepada sanak saudara yang masih membutuhkan doa-doa kita.

Kita saja yang hidup masih membutuhkan doa dan dukungan dari sesama kita bukan? Apalagi mereka yang sudah meninggal....

Terima kasih Tuhan memberkati.

DOA IDULGENSI
​Mulai 1 Nopember  doakan anggota keluarga sudah wafat supaya mendapat indulgensi penuh. Harus berdoa mulai hari  (1 Nov) sampe tgl 8 Nov. (Kasih tau keluarga lain).. Jangan lowong.

Doanya:

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.

Bapa yang maharahim, percaya akan kasih-Mu yg tanpa batas, bersama seluruh Gereja-Mu, pada hari ini kami mohon dengan sangat lepaskanlah ... (nama2 yg didoakan) dari segala hukuman atas dosa-dosa mereka. Perkenankan mereka semua memasuki hidup abadi yg terang dan bahagia di Surga mulia, dan perkenankan mereka memandang kemuliaan cahaya wajah-Mu. Ini semua kami mohon di dalam Kristus Putra-Mu dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Aku percaya .... (1X)
Bapa Kami ... (1 X)

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amin 😇🙏🏻

Rabu, 29 Juli 2015

MODEL CANTIK ASAL SPANYOL MENJADI BIARAWATI




Pada puncak karirnya yang sedang berkembang, Olalla Oliveros, 36 tahun, seorang model cantik asal Spanyol, telah melepaskan segalanya untuk menjadi seorang biarawati.
Oliveros telah menjalani karir sebagai model iklan, TV, dan aktris, namun kini ia telah bergabung dengan Ordo Santo Mikhael, sebuah kongregasi semi-kontemplatif.
Tidak ingin mengumbar cerita yang mendetil, Oliveros hanya menyebutkan sebuah pengalaman "mengguncang" yang dialaminya saat sedang berziarah ke Fatima. Ia merasa pengalaman itu aneh, namun ia tak mampu menghapus bayangan di benaknya akan dirinya berjubah sebagai seorang biarawati.
Seiring waktu ia menyadari bahwa bayangan tersebut merupakan sebuah panggilan. "Tuhan tidak pernah salah. Dia bertanya apakah saya hendak mengikuti-Nya, dan saya pun tidak dapat menolak."
Sebelum Oliveros, beberapa selebriti diberitakan telah masuk biara. Salah satunya adalah Amada Rosa Perez, seorang model asal Kolombia.
"Menjadi seorang model berarti menjadi sebuah panutan, seseorang yang nilai-nilainya berharga untuk ditiru, dan saya sudah lelah menjadi model kepalsuan," tutur Perez kepada surat kabar El Tiempo. "Saya sudah lelah akan dunia kebohongan, sandiwara, kepalsuan, kemunafikan, dan tipu muslihat, sebuah masyarakat yang penuh nilai-nilai jahat yang mengusung kekerasan, perzinahan, narkoba, alkohol, perkelahian, dan sebuah dunia yang mengagungkan kekayaan, kesenangan, pelanggaran susila, dan penipuan."
***
Disarikan dari:
Pat Archbold. "Beautiful Model Gives Up Flourishing Career To Become Nun." National Catholic Register.
<http://www.ncregister.com/…/beautiful-model-gives-up-flouri…>
Anugrah Kumar. "Popular Spanish Model Olalla Oliveros Becomes Catholic Nun After 'Earthquake' Experience." The Christian Post.
<http://www.christianpost.com/…/popular-spanish-model-olall…/>
***
(Matius 13:44-46)
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
***

Sabtu, 25 April 2015

Inspirasi Kotbah Minggu 26 April 2015 (RD Josep Susanto)

Yesus Sang Gembala, Pola Relasi Dan Sumber KekuatanNya. 

Perhatikan kata MENYERAHKAN NYAWA" terulang sampai 3x:  di awal,  di tengah dan di akhir.

Berarti itu penting dan pasti ada 1 pesan tersembunyi kalau kita membacanya sambil ikut petunjuk dari pola tersebut. 

Mari kita bongkar. 

Kemunculan pertama di ay.  11 Yesus memperkenalkan diriNya sebagai GEMBALA YANG BAIK, yang memberikan nyawanya bagi domba2. 

Untuk memperjelas identitas diriNya, Yesus membedakan diriNya dari seorang upahan. 
1. Dia bukan upahan (PEMILIK DOMBA)
2. Dia tidak meninggalkan dombaNya ketika bahaya datang (SELALU HADIR BERSAMA DOMBA)
3. Dia menjaga jangan sampai domba tercerai berai (PEMERSATU) ay. 12
4. Yesus memperhatikan nasib domba-domba (PEDULI)  ay. 13 

Kemunculan kata "menyerahkan nyawa" yg kedua dan ketiga unik,  karena di situ figur BAPA selalu muncul menyertai.

Kemunculan kedua bicara soal POLA RELASI Gembala dan Domba ternyata mengikuti pola relasi YESUS dan BAPA.  Relasi itu tercipta dari MENGENAL PRIBADI dan jg MENGENAL SUARA (ajaran,  sabda,  Firman)  

Kemunculan ketiga bicara soal SUMBER KEKUATAN seorang gembala.  Lagi-lagi kekuatan relasi, cinta,  pengorbanan Gembala berasal dari BAPA.

Figur Bapa sangat penting di sini karena dlm PL (mazmur,  nabi2)  Allah adalah Gembala bagi Israel, kawanan dombaNya. Simbol Kegembalaan dlm PL digunakan untuk mengungkap PENYERTAAN/KEHADIRAN ALLAH DI TENGAH UMATNYA.  Tindakan Allah persis seperti 4 ciri yang diungkap Yesus di atas. 

Yesus menerima tugas dari Bapa sebagai Gembala ay. 18.
Artinya figur Yesus sebagai gembala MEMPERJELAS dan MELANJUTKAN peran penyertaan Allah kepada umatNya.

Selasa, 17 Februari 2015

Setitik Abu


(Doa dan Renungan Hari Rabu Abu)

Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC

Bapaku yang baik,

Hari Rabu Abu ini, Engkau goreskan  setitik abu di dahiku.

Setitik abu di dahiku  itu tiada bermakna jika tanpa ditopang  dengan iman.

Tanpa iman, abu itu hanya seperti hiasan para badut yang tak lucu .

Dengan iman, setitik abu itu dahsyat, mampu membuka pikiran dan menyadarkan jiwa.

Pikiran dan mata jiwaku terbuka bahwa  hidupku di dunia ini akan berakhir.

Siapkah kini aku menghadap kepadaMu jika Engkau memanggilku ?


Setitik abu itu membuatku rela untuk  menyerahkan hatiku kepadaMu.
Biarlah Engkau membelahnya.

Mataku pun terbelalak karena  tersingkap  banyak dosaku.

Hatiku pilu karena malu.

Hatiku sedih karena telah melukai..

Aku pun mengakui segala dosa dan kesalahanku dihadapanMu.


Setitik abu di dahiku ini telah mengubah hidupku.

Hidupku  menjadi berarti  karena ada tangan-Mu yang siap mengampuni.

Pengampunan-Mu merupakan wujud dari  kasih-Mu.

Kasih-Mu  meresap di dalam hati.

Kasih-Mu memantapkan hati untuk lebih berhat-hati agar tidak jatuh lagi.

Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang" (Yohanes 8:11).

Kamis, 22 Januari 2015

Merayakan Imlek yg jatuh bertepatan dgn Hari Rabu Abu

Para Pastor, Bp, Ibu Ytk

Bersama ini kami teruskan Surat Vikjen dan lampiran ttg usul bagi umat beriman dalam menghormati dan merayakan Imlek (19 Februari 2015) yang malam perayaannya bertepatan dengan hari Rabu Abu (18 Februari 2015).
Usulan untuk disampaikan kepada Umat beriman yang masih Menghormati dan Merayakan Imlek

Bagaimana menjawab pertanyaan umat tentang Rabu Abu yang bertepatan dengan malam tahun baru Imlek 2015?

1. Dialog dengan Budaya Tionghoa

Gereja Katolik sangat mendukung makna peristiwa budaya Imlek yang masih dihayati oleh sebagian orang Tionghoa yang beragama Katolik. Ada makna hormat kepada Tuhan, leluhur dan sesama manusia (yang lebih tua), Syukur, persaudaraan, berbagi dan solidaritas terhadap sesama yang menderita. Berbicara tentang malam Imlek, ada berbagai kebiasaan bagi penganut agama Konfusianisme. Ada yang berkumpul bersama keluarga di Rumah untuk berdoa kepada Tien (Tuhan) bersyukur atas tahun yang berlalu dan mohon bimbingan untuk ditahun mendatang. Sepanjang pengetahuan yang amat terbatas, biasanya orang Tionghoa pada malam itu ciacay tidak makan makanan yang berjiwa (Daging dll). Maksudnya adalah supaya membersihkan diri dalam rangka menyambut tahun baru Imlek. Saling mengucapkan selamat tahun baru dilakukan pada hari raya Imlek (tgl 19 Feb 2015, keesokan hari) setelah sembayang di Klenteng-klenteng dan berbagi rezeki kepada kaum papa. Biasanya merayakan Imlek sambil makan-makan bersama keluarga besar di rumah orang tuanya (anak tertua kalau orang tuanya sudah meninggal) dan berbagi Angpao.

Mengenai kebiasaan makan bersama dengan keluarga di malam Imlek, tidak diketahui kapan kebiasaan itu muncul (perlu pengkajian lebih lanjut).

2. Usulan Solusinya :

Diharapkan umat beriman mempertimbangkan dialog dengan budaya Tionghoa ini. Semoga umat beriman semakin dewasa dalam memilah mana yang bermakna dari suatu ajaran Gereja dan Budaya. Oleh karena itu kami menawarkan arahan sebagai berikut, Rabu Abu, tgl 18 Febuari 2015 tetap berjala

mlek dirayakan  pada keesokan harinya. Umat tetap berpuasa dan pantang. Makan kenyangnya di malam Imlek bersama keluarga dengan pantang Daging, atau Rokok atau ikan atau Jajan, silahkan umat berdiskresi sendiri. Pada hari raya Imlek umat beriman bisa makan bersama keluarga dalam persaudaraan setelah beribadah.

Semoga arahan dari Romo Vikjen mengenai Imlek ini dapat diteruskan kepada teman2 yg lain.