Jumat, 11 April 2014
Benih Sabda - 12 April 2014SATU MATI UNTUK BANGSA KITA Yoh 11:50-51
Kamis, 10 April 2014
Benih Sabda - 11 April 2014 BAPA DI DALAM AKU Yoh 10:38
Rabu, 09 April 2014
Benih Sabda - 10 April 2014 TIDAK AKAN MENGALAMI MAUT Yoh 8:51-52
“Aku berkata kepadamu: Siapa saja menuruti firman-Ku,ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
Kata para pemuka Yahudi kepada-Nya,"Sekarang kami tahu bahwa Engkau kerasukan setan…”
Sebelum mengucapkan kata-kata ini,Sang Guru disebut “Orang Samaria” (ay 48)yang searti dengan “sesat”, bahkan kafir.
Selanjutnya ia disebut “kerasukan roh jahat”sebab, katanya, “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?”Dengan menegaskan bahwa orang yang menuruti ajarannya,tidak pernah akan mengalami maut,Sang Guru membenarkan ke-Allahannya.
Mengapa?
Sebab hidup kekal dihadiahkan Allahkepada setiap orang yang menuruti Sabda-Nya.
Jadi, biarpun manusia mati, ia akan tetap hidup!Daripada merenungkan kata-kata ini,para musuh Sang Guru makin tenggelamdalam kesombongan dan penolakannya.‘Sekarang sudah jelas kau kerasukan!’ – kata mereka.
Yang menyedihkan pada manusia, bukan argumentasinya,melainkan ketertutupan hatinya untuk menerima Allahyang bukan hasil bayangan sendiri.
©SL 10 April 2014Powered by The Holy Trinity®
Selasa, 08 April 2014
Benih Sabda - 9 April 2014 TETAP DALAM FIRMAN-KU Yoh 8:31-32
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,
kamu benar-benar murid-Ku
dan kamu akan mengetahui kebenaran,
dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Inilah kata-kata Sang Guru kepada orang-orang Yahudi yang percaya pada kata-katanya, tetapi belum menerima dia sebagai Tuhan. Ini percaya awal yang seharusnya berkembang menjadi “melekat padanya” dengan sepenuh hati.
Untuk “melekat” pada Sang Guru tak cukup menikmati ajaran dan khotbahnya! Perlu “tinggal dalam dia” seperti ditegaskan kemudian.
Sabda Sang Guru selayaknya jadi “rumah kehidupan”. Dia sendiri adalah Sabda yang membentuk muridnya dan memberi kekuatan untuk menjadi anak Allah.
Secara konkret, “tinggal dalam sabda” searti dengan memeliharanya dan mewujudkannya dalam tindakan. Sebab manusia dapat saja mendengarkan sabda untuk menguasai dan memanipulasikannya.
Berbahagialah orang yang mengizinkan dirinya sepenuhnya dikuasai dan dibentuk oleh sabda.
Kebenaran dapat dikenal hanya oleh orang yang menyerapnya bagaikan tanah yang gersang lalu hidup menurut kebenaran bernama Yesus.
©SL 9 April 2014 Powered by The Holy Trinity®
Senin, 07 April 2014
BENIH SABDA - 8 April 2014 YANG DIAJARKAN BAPA KEPADA-KU Yoh 8:28
Kata Yesus, "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku." Identitas Sang Guru dipertanyakan para pemuka Yahudi. Maka, ia menjawab, walaupun dengan cara tak terduga. Mula-mula ia menyatakan dirinya AKU ADA.
Setelah itu ia mengingatkan tokoh dari kitab Daniel, yaitu Anak Manusia yang bukan anak manusia biasa. Sebab ia akan ditinggikan, artinya dipaku pada salib, sesuai dengan Hamba Tuhan dari kitab Yesaya (52:13). Karena tidak mengenal Allah Bapa, manusia tak mengenal Guru sebagai Anak Manusia juga. Karena itulah manusia meninggikannya di salib dengan mengucapkan dalil: Ia menghujat Allah!
Tetapi, justru setelah menyalibkannya, manusia tahu bahwa Dia adalah AKU ADA, kasih total kepada manusia. Seperti dulu Israel di gurun memandang ular tembaga lalu disembuhkan dari pagutan ular, demikian pula siapa saja yang memandang Anak Manusia, akan disembuhkan dari racun Iblis yang membawa dosa ke dalam bumi ini.
Dengan memandang Sang Guru di salib, manusia akan tahu bahwa semua kata dan tindakannya sesuai dengan kehendak Bapanya: Demi manusia!
©SL 8 April 2014 Powered by The Holy Trinity®
Minggu, 06 April 2014
BENIH SABDA - 7 April 2014 TERTANGKAP BASAH… BERZINA Yoh 8:2-4
Seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar… Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berzina.
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata, "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berzina.” Setelah sampai ke Yerusalem, setiap hari Sang Guru mengajar di kompleks Bait Suci.
Dia memang Sabda, Bait Suci baru, Allah sendiri yang menyatakan diri sebagai Maha Pengampun. Menurut hukum Yahudi, perempuan yang ditangkap itu harus dibunuh. Caranya diperdebatkan: dirajam atau dicekik sampai mati? Para ahli Taurat dan Farisi rajin mempelajari Hukum. Tetapi, apa gunanya membunuh pezina? Bukankah dia membunuh dirinya sendiri dengan zina yang mencabik-cabik relasi kasihnya dengan partnernya?
Perempuan itu ditempatkan di tengah. Hukum memang cenderung memfokuskan perhatiannya pada kejahatan yang harus dibuktikan dan dihukum.
Padahal, di tengah firdaus, Allah menempatkan pohon kehidupan, bukan pohon dosa dan kematian! Pohon dosa ditempatkan di pusat firdaus justru Si Jahat!
Pada akhir cerita, perempuan itu akan menghadap Sang Guru, tepat di tengah firdaus itu.
©SL 7 April 2014 Powered by The Holy Trinity®
BENIH SABDA - 6 April 2014 YESUS MENGASIHI Yoh 11:1,3,5
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus, dari Betania, desa Maria dan saudaranya, Marta. Kedua perempuan itu pun mengirim kabar kepada Yesus, "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." Yesus memang mengasihi Marta dan saudaranya dan Lazarus. Lazarus sakit.
Dia lambang setiap manusia yang – saat berhadapan dengan kejahatan – mula-mula goyah, lalu jatuh, dan akhirnya meninggal. Sang Guru datang untuk mengangkat manusia dari kejahatannya, lalu membangkitkannya dari kematian.
Lazarus adalah satu-satunya orang yang disembuhkan yang diberi nama oleh penulis Injil keempat. Dia orang pertama yang keluar dari kubur, untuk mengikut Gembala Baik yang memanggil setiap domba dengan namanya.
Di samping Lazarus, disebut Maria dan Marta pula. Ini sebuah komunitas yang dikasihi Sang Guru. Komunitas ini melambangkan semua komunitas lain yang bersatu sebagai pengikut Sang Guru.
Komunitas itu, sama seperti kelompok lain, mengalami berbagai penyakit dan kematian, sambil bertanya, “Bagaimana memahami keselamatan yang diwujudkan oleh Sang Guru?” Guru menjawabnya, “Aku peduli engkau, sahabatku!”
©SL 6 April 2014 Powered by The Holy Trinity®












